Probolinggo (wartabromo.com) – Serangan ulat ‘es krim’ pada pohon sengon di Kabupaten Probolinggo, tak hanya menyerang Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar. Sudah 7 kecamatan terserang berl,angsung sejak 2018 lalu.
Hal itu diungkapkan Ketua Paguyuban Kayu Sengon Kabupaten Probolinggo, Abdul Manap. Ke-tujuh kecamatan itu adalah Banyuanyar, Gading, Tiris, Krucil, Pakuniran, Kotaanyar, dan Bantaran. Kecamatan-kecamatan itu dikenal sebagai sentra penghasil kayu sengon di Kabupaten Probolinggo.
“Hama ulat yang di sebut ulat es krim oleh warga itu sebenarnya bernama ulat antong. Serangan ulat ini sudah sejak 4 bulan lalu atau akhir 2018. Dari laporan yang masuk, terjadi di tujuh kecamatan sentra budidaya kayu sengon,” ujar Manap, Minggu (3/3/2019).
Hingga saat ini dilaporkan, setidaknya ada 80 hektare lahan kayu sengon terserang. Manap menuturkan sebenarnya petani sengon telah cukup upaya menangani, salahsatunya dengan menyemprotkan pestisida. Tetapi petani kesulitan, sebab rata-rata pohon yang terserang sudah tinggi, yakni antara 10-15 meter. Yang diserang paling awal adalah daunnya.
“Kita sempat melakukan uji coba untuk melakukan penyemprotan hama ulat itu. Tapi petani mengalami kesulitan. Yaitu tadi, mengingat pohon sengonnya sudah tinggi ada yang sampai 15 meter. Pohon sengon sudah terserang hama ulat antong ini sulit untuk dibasmi. Karena Kayunya langsung kering di bagian dalam,” aku pria berkumis tebal ini.
Serangan ulat es krim menurut politisi PPP ini, tak hanya terjadi di Kabupaten Probolinggo. Diungkap juga terjadi di daerah Lumajang, Kediri dan Tulungagung. Dimana hama ulat Antong tersebut sudah lama menyerang pohon sengon.
Oleh karenanya, Manap merekomendasikan kepada petani sengon untuk segera menebang kayu miliknya jika terserang ulat. Kemudian lahan yang sudah kosong itu ditanami kayu lain. Misalnya beralih ke pohon Balsa dan Jabon. “Karena harganya sama dengan kayu sengon. Sebaiknya dialihkan saja,” tandas pria asal Kecamatan Tiris ini.
Sebagaimana diwartakan sebelumnya, warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar Resah. Sebab pohon sengon miliknya diserang ulat es krim. Sehingga, warga tersebut melakukan penebangan dini untuk menghindari kerugian. (cho/saw)




















