Berkenalan dengan Perempuan Inspiratif, Penulis Kitab Dolanan Alam

637
Sudah bukan pemandangan aneh lagi jika banyak anak kecil bahkan balita fasih mengoperasikan gawai. Hal ini menjadikan Anik Rotul Qori’ah (25) resah, hingga mendirikan pusat edukasi permainan tradisional bahkan melahirkan sebuah buku berjudul Kitab Dolanan Alam.

Laporan: Ardiana Putri

ANIK Rotul Qori’ah (25), perempuan muda asal Dusun Pandelegan, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Sosoknya bisa dibilang bisa menjadi inspirasi.

Di usianya yang masih cukup muda ini, ia justru memilih untuk mengabdikan hidupnya dengan berkegiatan sosial di sebuah pusat edukasi permainan tradisional yang dinamainya, Bapetra.

Belajar Permainan Tradisional (Bapetra) merupakan sebuah wadah permainan dan olahraga tradisional, didirikan sejak 2013 lalu. Anik, sapaan akrab perempuan asli Pandaan ini pun tak sungkan menceritakan awal mula Bapetra didirikan.

Ide tersebut muncul saat Anik masih kuliah. Saat itu, perempuan muda pecinta anak-anak ini merasa miris melihat anak kecil lebih memilih beraktivitas dengan gawainya hingga berjam-jam. Anik merasa hal tersebut berdampak negatif.

“Saya merasa bahwa di mana-mana anak-anak seperti kecanduan gadget, bahkan di kampung halaman saya di Pandaan,”ungkapnya kepada WartaBromo, Jumat, (8/3/2019).

Selain untuk melestarikan permainan tradisional Nusantara, Anik berkeinginan agar anak-anak bisa mengenal permainan tradisional yang kini mulai punah tergerus zaman. Baginya, mudahnya akses anak-anak dalam menjangkau gadget juga harus diimbangi dengan ketersediaan berbagai permainan sebagai penyeimbang.

Sejalan dengan kegiatannya di Bapetra, Anik bersama ibu dan ketiga saudaranya menulis sebuah buku berjudul Kitab Dolanan Alam pada 2018 lalu. Buku yang memuat lebih dari 100 permainan anak ini diciptakannya agar anak-anak lebih kreatif dan mencintai alam dengan menciptakan sendiri alat permainan dari alam. Seperti egrang yang terbuat dari bambu yang bahan bakunya tersedia di alam.

Kitab Dolanan Alam tak serta merta lahir. Anik menjelaskan, penulisan buku yang bisa dijadikan rujukan orang tua memberikan pendidikan alternatif kepada anaknya ini, proses kreatifnya begitu panjang.

Atas kerja kerasnya itu, buku ciptaan Anik dan ibu serta saudara-saudaranya ini mendapat apresiasi dari banyak pihak. Selain sudah terjual ke berbagai kota di Indonesia, tahun 2018 lalu buku Kitab Dolanan Anak telah tembus hingga pasar Jerman.

“Alhamdulillah sudah terjual hingga ke Jerman,” ujarnya.

Terakhir pada tahun 2019 ini, bukunya tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Kak Seto. Selain itu banyak juga psikolog serta ahli parenting yang mengapresiasi Kitab Dolanan Anak. (*)