Nilai Langgar HAM, Ansor Kecam Penembakan di Selandia Baru

0
519

Jakarta (wartabromo.com) – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor kutuk aksi penembakan jamaah sholat Jumat di 2 Masjid di Selendia Baru. Mereka pun menilai, penembakan ini melanggar poin hak asasi manusia untuk beribadah.

“Kami marah dan mengutuk keras aksi keji dan biadab yang menewaskan puluhan jamaah Salat Jumat di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, New Zealand. Kemerdekaan manusia untuk beribadah kepada Tuhannya telah diganggu dengan tindakan brutal yang melampaui batas kemanusian,” tegas Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, Jumat (13/3/2019).

Menurut Gus Yaqut, sapaan akrabnya, kekerasan dengan menyinggung agama adalah strategi perang baru. Tujuannya, untuk memporak-porandakan keamanan dunia demi sebuah kepentingan.

“Kekuatan dengan kepentingan jahat itu tidak akan pernah berhenti melakukan aksi sampai agenda mereka terwujud, agenda mendominasi dunia dengan cara dan ketentuan yang benar menurut kelompoknya saja,” jelasnya.

Ia pun menyinggung beberapa aksi terorisme yang menyangkutpautkan agama di dalamnya. Seperti ISIS, lalu berlanjut Al-Qaida. Dan sekarang kebangkitan sel non kelompol yang melakukan aksi “pemanasan”. Seperti yang terjadi di Sibolga, Sumatera Utara, 12 Maret lalu.

“Ini sinyal yang sedang mereka bunyikan dan menuntut kita sebagai warga bangsa Indonesia selalu waspada dan menjaga kedamaian terutama di tahun politik sekarang ini,” katanya.

GP Ansor pun menghimbau warga supaya tetap rukun antar umat beragama. Bukan hanya itu, umat Islam juga diminta untuk tetap waspada.

“Semoga semua korban tragedi Masjid Al Noor, Kota Christchurch, New Zealand diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan kita di Indonesia selalu diberikan kejernihan berpikir dan menjunjung komitmen menjaga negeri tercinta agar selalu aman dan damai di tengah keberagaman warga bangsa,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, sampai saat ini tercatat 49 umat muslim tewas pasca penembakan yang terjadi di masjid tersebut. Kejadian ini pun dinyatakan sebagai peristiwa luar biasa oleh pemerintah Selendia Baru. (may/ono)