Soal Meme Ma’ruf dan Sandiaga, Tirto Sampaikan Maaf

1377
Meme Tirto soal Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno dalam debat.

Jakarta (wartabromo.com) – Tirto.id sampaikan maaf atas keteledorannya membuat meme “zina [bisa] dilegalisir” dan “pelintir” UN dengan NU. Kalimat Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno dalam debat itu terpotong sehingga memicu disinformasi dan kontroversi.

Ungkapan dipenggal itu berasal dari kalimat utuh yang disampaikan Cawapres Ma’ruf Amin pada debat, Minggu (17/3/2019) semalam.

Kami juga mengajak kita semua untuk melawan dan memerangi hoaks. Karena hoaks merusak tatanan bangsa Indonesia. Melawan dan memerangi fitnah, sepeti kalau Jokowi terpilih Kementerian Agama dibubarkan, Kementerian Agama dilarang, azan dilarang, zina dilegalisir. Saya bersumpah demi Allah, selama hidup saya akan saya lawan upaya-upaya untuk melakukan itu semua,” pernyataan utuh Ma’ruf Amin.

Polemik muncul setelah pernyataan sebelum dan sesudahnya dipotong, sehingga ungkapan Cawapres nomor urut 01 itu menimbulkan kontroversi. Itu setelah, kalimat “zina [bisa] dilegalisir” dihadirkan secara visual dalam bentuk meme salah satunya oleh Twitter @tirtoid. Kutipan zina berujung disinformasi, seolah-olah menjadi keinginan Ma’ruf Amin.

Menyusulkan meme itu, Tirto.id menuliskan klarifikasi, dengan menyebutkan, bahwa sempat ramai di jagad dunia maya akibat hoaks yang diarahkan kepada pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01. Namun, penyebaran berita bohong itu bukan karena adanya unsur kesengajaan, melainkan karena keteledoran dalam memenggal kalimat, sehingga menimbulkan banyak komentar.

Pihak tirtoid sudah merevisi meme bernada hoaks itu disertai permohonan maaf atas keteledoran memenggal pernyataan Ma’ruf Amin.

Hal serupa juga terjadi dalam meme yang mengomentari pernyataan Sandiaga Uno, yang sebelumnya memberikan pandangan Ujian Nasional (UN) bakal dihapus, jika terpilih nanti. Pada meme muncul kartun Tirto seakan berucap “Eh…? Kirain Apus NU”.

Atas visualisasi dalam bentuk meme itu, Tirto.id meminta maaf kepada Nahdliyin dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Kami meminta maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan, juga kepada para pembaca sekalian. Mekanisme internal sedang dilakukan untuk memperbaiki dan menindaklanjuti kesalahan fatal ini,” tulis Tirto.id. (bel/ono)