TNBTS Tingkatkan Pengawasan Pengunjung Bromo

630

Probolinggo (wartabromo.com) – Aktifitas Gunungapi Bromo terus meningkat hingga saat ini. Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak menutup kunjungan wisatawan. Meski begitu, TNBTS melarang para wisatawan untuk naik ke kawah bromo.

Kepala Seksi Pengelolaan Wisata TNBTS, Sarmin mengatakan pihaknya menyikapi peningkatan aktivitas itu. Yakni dengan melarang wisatawan naik ke kawah Bromo. Beberapa personil ditempatkan di jalur tangga Gunung Bromo.

“Kami menempatkan petugas untuk menghalau mereka yang ingin naik. Petugas secara bergilir di lokasi tangga menuju kawah Bromo, untuk memastikan tidak ada satu pun pengunjung yang menerobos dan naik ke kawah Bromo,” ujarnya kepada wartabromo.com, Senin (18/3/2019).

Ia menuturkan pihaknya belum menambah personil yang akan melakukan pengawasan. Sebab, kunjungan wisatawan di Bromo cenderung sepi jika bukan akhir pekan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, semisal Koramil, Polsek, dan kecamatan serta vulkanologi, terkait pengawasan dan keamanan pengunjung,” terang Sarmin.

Dalam status waspada (level II) ini, TNBTS belum mengambil opsi penutupan jalur wisata. Sebab, jarak aman bagi aktivitas wisata masih 1 kilometer sesuai rekomendasi PVMBG. Apalagi wisata Bromo tidak hanya puncak kawah.

“Wisatawan bisa ke Teletubbies, Savana, Lautan Pasir, Penanjakan, Seruni Poin. Di tempat-tempat ini, pemandangan Bromo tak kalah eksotisnya. Jadi jangan takut berkunjung ke Bromo. Siapkan jaket, penutup kepala dan masker untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik,” ungkap Sarmin

Saat ini asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna coklat tebal. Petugas pos pengamatan gunung api (PPGA) Bromo berhasil mengamati adanya 5 kali letusan. Asap hitam membubung hingga ketinggian 1500 meter di atas puncak kawah. Terjadi hujan abu serta terdengar suara gemuruh lemah hingga kuat.

Letusan ini terjadi dengan amplitudo 29-30 mmilimeter dengan durasi antara 47-58 detik. Selain itu, terjadi gempa tektonik jauh sebanyak 1 kali. Amplitudo mencapai 32 milimeter. Lama gempa tektonik ini, berdurasi 253 detik. Sementara tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-19 milimeter, namun dominannya 3 milimeter. (cho/saw)