Dugaan Korupsi Dispora, Kejari Panggil Auditor dan Rekanan

0
1097
Deny Saputra, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bangil.

Bangil (WartaBromo) – Proses penyidikan atas dugaan korupsi anggaran kegiatan di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan terus berlanjut. Usai memanggil auditor dari Inspektorat setempat, Kamis (21/03/2019) giliran pihak rekanan yang dipanggil guna menjalani pemeriksaan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bangil, Deny Saputra mengatakan, sebelumnya ada empat staf inspektorat yang dipanggil untuk dimintai keterangan. “Mereka tim auditor inspektorat,” kata Deny kepada WartaBromo.

Menurut Deny, pemanggilan tim auditor itu diperlukan guna mengkroscek hasil perhitungan atas penggunaan anggaran kegiatan di Dispora tahun 2017 silam. Hasilnya, pihaknya menemukan adanya ketidaksesuaian antara pada laporan penggunaan keuangannya.

“Ada beberapa kegiatan yang laporan keuangannya tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akuntabel hingga berpotensi menimbulkan kerugian pada keuangan negara,” jelas Deny. Hanya, saat disinggung berapa nilai kerugian negara yang dimaksud, Deny belum bisa menyampaikan. “Kami masih menunggu audit dari inspektorat,” lanjutnya.

Sementara itu, selain auditor inspektorat, Kejari juga melakukan pemanggilan terhadap sejumlah rekanan. Dikatakan Deny, sedikitnya ada tiga rekanan yang diminta datang ke Kejari guna dimintai keterangan.

Menurut Deny, para rekanan ini merupakan mitra kerja Dispora yang pada tahun anggaran berjalan (2017) tercatat sebagai penyedia barang/jasa di lingkungan Dispora. Karena itu, dikatakan Deny, keterangan dari para rekanan ini diperlukan untuk mengkroscek kebenaran penggunaan anggaran dimaksud.

Di sisi lain, dengan pemeriksaan oleh rekanan, itu berarti total sudah 27 orang dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini. Sebelumnya, sudah ada 24 orang yang dihadirkan ke Kejari untuk diperiksa. “Kalau auditor hanya untuk pendalaman saja. Jadi, totalnya 27 orang, termasuk tiga rekanan yang sekarang ini,” jelas Deny. (asd/asd)