Polsek Pasirian Amankan 5 Truk Pengangkut Pasir Ilegal

0
446
Petugas saat mengamankan truk pasir ilegal. (Foto: Humas Polres Lumajang)

Lumajang (wartabromo.com) – Polsek Pasirian mengamankan 5 dump truk bermuatan pasir diamankan. Truk diduga mengangkut pasir hasil penambangan liar di pesisir pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian.

Menurut informasi, mulanya Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan (FKMPL) dan Forum Peduli Pesisir Pantai (FP3) melaporkan dugaan adanya penambangan pasir ilegal. Polsek Pasirian, Danramil hingga Camat Pasirian pun akhirnya berpatroli di lokasi yang disinyalir ada pertambangan illegal.

“Sesuai perintah Kapolres, kami bersama 3 pilar lainnya akan patroli terus sepanjang pantai. karena disinyalir mulai ada yang mencoba melakukan penambangan pasir besi secara liar,” ungkap Kapolsek Pasirian, AKP Zainul Arifin.

Patroli tersebut dilakukan di daerah Watu Pecak, lalu sepanjang Desa Selok Awar-awar, Desa Selok Anyar, hingga aliran kali Regoyo, Desa Bago. Hasilnya, petugas menemukan 5 unit dump truk bermuatan pasir pesisir pantai tanpa izin.

AKBP Arsal Sahban, Kapolres Lumajang membenarkan adanya temuan tersebut. Ia pun langsung mengamankan truk pengangkut pasir illegal ini.

“Kami akan menindak tegas jika ada oknum penambang pasir nakal. Karena masyarakat sekitar pantai menolak keras adanya tambang pasir besi di wilayah mereka,” terang Arsal.

Sementara itu sampai saat ini pihak kepolisian masih mencari oknum penambang liar dengan terus melakukan patroli. Sedangkan dump truk yang diamankan masih dalam proses penyelidikan.

Seperti diketahui, sejak tahun 2013 lalu, dampak pertambangan pasir mulai dirasakan petani Desa Selok Awar-awar. Karena petani tidak bisa menanam padi, setelah pertambangan merusak pesisir dan menyebabkan air laut meluber ke area persawahan.

Penolakan warga ini memuncak pada 2015 lalu setelah salah satu petani yakni Salim Kancil melalui FKMPL memprotes penambangan pasir. Ia pun harus meregang nyawa setelah aksinya ini.(may/ono)