Abu Bromo Mengarah ke Jember

0
750
Abu vulkanik menyembur dari kawah Gunung Bromo. (Foto: dokumen BPBD Probolinggo)

Probolinggo (wartabromo.com) – Sebaran abu vulkanik Gunungapi Bromo di Kabupaten Probolinggo semakin luas. Dari pantauan satelit Himawari, abu ini bergerak ke arah Jember timur. Meski begitu, belum ada rekomendasi penutupan Bandar Udara Notohadinegoro Jember.

Dalam citra satelit cuaca Himawari yang diambil pada pukul 05.40 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Stasiun Juanda Surabaya, melaporkan adanya gerakan abu ke arah Jember. Hal itu seiring dengan pergerakan angin. Dimana pada ketinggian 10.000 kaki, debu vulkanik bergerak ke timur dan tenggara dengan kecepatan 40 kilometer per jam.

“Diperkirakan dalam 6 jam ke depan diprediksi jatuh ke wilayah Probolinggo selatan, Lumajang dan Jember timur,” rilis BMKG Juanda dalam grup whatsapp Info Publik BMKG Jawa Timur, Sabtu (23/3/2019).

Meski begitu, BMKG belum merekomendasikan penutupan bandara di Jawa Timur. Seperti Bandar Udara Notohadinegoro Jember; Bandar udara Banyuwangi maupun Bandara Abdurrahman Saleh Malang.

Sebab, Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) belum menandainya sebagai wilayah berbahaya bagi penerbangan. VONA masih menandainya dengan warga oranye. Artinya, perlu diwaspadai oleh maskapai penerbangan. Ditambah, perkiraan puncak awan abu vulkanik sekitar 9.373 kaki atau 2.929 M.

“Sementara bandara di Jawa Timur tetap beroperasional seperti biasa,” tulis operator BMKG Juanda.

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini semburan asap masih berwarna hitam tebal. Semburannya mengarah ke timur dan tenggara dengan intensitas tinggi.

Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-11 mm (dominan 2 mm). “Hujan abu tipis di pos pengamatan gunung api (PPGA) Bromo,” kata Wahyu Andrian Kusuma, petugas PPGA Bromo. (cho/saw)