Unas 11.397 Siswa SMA/MA Kabupaten Pasuruan Diyakini Tak Ada Gangguan

898

Pasuruan (wartabromo.com) – Pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) siswa SMA/MA tengah berlangsung. Tak ada laporan gangguan, terutama hal teknis yang kerap dialami sekolah saat ujian.

Setelah minggu lalu pelajar SMK negeri dan swasta, kini giliran siswa-siswi SMA/MA yang menghadapi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Di Kota dan Kabupaten Pasuruan, total sebanyak 11.397 pelajar SMA/MA negeri/swasta mulai melaksanakan UNBK sejak Senin (01/04/2019).

Mujib Imron, Wakil Bupati Pasuruan menyatakan, Ujian Nasional (Unas) kali ini dipastikan tak mendapat temuan yang bisa saja menghambat siswa menghadapi ujian.

“Alhamdulillah, semua pelaksanaan UNBK di Kabupaten Pasuruan berjalan lancar,” ujar Mujib usai melakukan monitoring SMAN 1 Pandaan dan SMA Maarif NU Pandaan, kemarin.

Pernyataan itu diyakini, setelah sampai hari kedua belum ada laporan adanya gangguan, yang biasa dihadapi pihak sekolah saat mempersiapkan ujian. Beberapa tahun terakhir, persoalan persiapan teknis selalu menjadi momok. Kerap listrik padam, jaringan komputer down, hingga kerusakan komponen komputer. Namun, gangguan-gangguan itu sudah tidak lagi terdengar dan dijumpainya.

“Apalagi semua sekolah di Kabupaten Pasuruan sudah siap melaksanakan UNBK,” imbuh Gus Mujib, panggilan akrabnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur untuk Kota dan Kabupaten Pasuruan, Indah Yudiani dan beberapa Pengawas Sekolah dan Kasek SMA terllihat mendampingi Gus Mujib saat monitoring di SMAN 1 Pandaan dan SMA Maarif NU Pandaan.

“Saya pesan kepada semua sekolah agar memiliki genset sebagai antisipasi, kemudian selalu berkoordinasi dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara) agar tidak ada pemadaman yang mengakibatkan sekolah tidak dapat melaksanakan Unas online,” sarannya.

Selain kepada sekolah, Mujib juga berpesan kepada peserta Unas, menjaga kesehatan, dengan tidak melakukan aktivitas yang berat, serta berhati-hati selama berada di jalan.

“Kepada orang tua agar memberikan ruang dan waktu kepada putra-putrinya untuk belajar dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah yang berat. Waktu bermainnya harap dikurangi, agar lebih fokus dalam mempelajari soal yang akan diujikan,” tandasnya. (mil/ono)