Jokowi Yakin Menangkan Hati Warga Probolinggo

1551

Probolinggo (wartabromo.com) – Pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 di Kota Probolinggo, Joko Widodo (Jokowi) kalah dari Prabowo Subianto. Kali ini, Jokowi yakin mampu membalikkan perolehan suara itu.

“Tadi saya salaman sama Habib (Hadi Zainal Abidin), Wali Kota Probolinggo. Salamannya juga kenceng (erat) banget. Saya yakin Kota dan Kabupaten Probolinggo, kita akan mendapat angka yang paling baik,” kata capres dari duet Jokowi-Ma’ruf Amin ini, di GOR Mastrip Kota Probolinggo, Rabu (10/4/2019).

Dalam catatan wartabromo.com, pada Pilpres 2014 lalu, pasangan Jokowi-JK memperoleh 58.149 suara (45,69 persen) di Kota Probolinggo. Sementara Prabowo-Hatta memperoleh 69.112 suara (54,31 persen). Saat kampanye Pilpres 2014, Jokowi juga berkampanye di Kota Probolinggo. Dengan kemeja khas merah kotak, Jokowi berkeliling kota dan jagongan di alun-alun Kota Probolinggo.

Keterpurukan itu, cukup mengangetkan. Pasalnya waktu itu, Kota Probolinggo dikenal sebagai kandang banteng merah alias PDI Perjuangan, pengusung utama duet Jokowi-JK. Apalagi sejak 2004 hingga 2018, Wali Kota Probolinggo dijabat kader PDI Perjuangan. Partai ini juga menjadi pemenang Pileg 2014. Juga satu-satunya parpol yang bisa mengusung calon kepala daerah tanpa perlu berkoalisi.

Hasil Pilpres 2014 di Kota Probolinggo, berbanding terbalik dengan di Kabupaten Probolinggo. Jokowi-JK memperoleh 289.694 suara (50,84 persen). Sedangkan Prabowo-Hatta memperoleh 280.103 suara (49,16 persen).

Kini, Wali Kota Probolinggo bukan dari PDI Perjuangan lagi. Wali Kota sekarang dijabat Habib Hadi Zainal Abidin, Ketua DPC PKB Kota Probolinggo. PKB juga mengusung duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Karena itu, Jokowi berharap meraih hasil maksimal dengan berkampanye di Kota Probolinggo. Meski kota mangga ini, bukan pilihan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) duet Jokowi-KH Ma’ruf Amin. TKN menyiapkan tempat lain di Jatim, bukan di Probolinggo.

Di Jawa Timur, Jokowi menargetkan suara sekitar 70 persen. Dimana pada tahun 2014, Jokowi JK mendapat suara 53 persen di Jawa Timur. “Saya harap di tahun 2019 ini, pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin untuk Jawa Timur minimal 70 persen,” kata Jowoki saat berorasi.

Karena itu, Jokowi meminta masyarakat tak mudah terprovokasi dengan berita bohong atau hoaks. “Saya sendiri sudah sering dijelekkan di medsos, seperti kalau kami menang, azan akan dilarang, dan survei kita terakhir 9 juta orang percaya dengan isu itu. Ada lagi, kalau kami menang, perkawinan sejenis akan diperbolehkan. Wapres ini ketua MUI, masak mau seperti itu. Jadi jangan mudah percaya dengan semua isu itu,” ujar Jokowi di depan ribuan pendukungnya. (fng/saw)