Beri Kesempatan Perempuan Bersuara, Warmo Institute Adakan FGD

0
339
Peserta FGD berpose bersama di kantor redaksi WartaBromo, Jumat (12/4/2019). Kegiatan bertema Mendulang Suara untuk Perempuan dan Perempuan untuk Suara oleh WarMo Institute ini, untuk bersama menyadari peran dan posisi penting perempuan di kancah politik.

Pasuruan (wartabromo.com) – Jelang Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, Warmo Institute mengadakan Focus Grup Discussion (FGD) bertema Mendulang Suara untuk Perempuan dan Perempuan untuk Suara, Jumat (12/4/2019). FGD ini diadakan sebagai bekal mencoblos saat Pemilu nanti.

FGD yang diadakan di Kantor Redaksi WartaBromo ini dihadiri oleh 12 orang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Di antaranya dari aktivis perempuan, akademisi, ormas, pelajar, mahasiswa bahkan calon legislatif perempuan.

Siti Muyasaroh, Dosen Universitas Yudharta Pasuruan yang juga hadir dalam FGD mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengaku memberikan dukungan lantaran para perempuan yang hadir dalam forum ini dapat berdiskusi mengenai urgensi memilih caleg perempuan saat Pemilu nanti. Selain itu, forum ini juga dapat dijadikan sebagai wadah para perempuan untuk menyampaikan aspirasi mengenai isu-isu perempuan.

“Ada dari macam-macam latar belakang yang berbeda, ada caleg juga. Kami bisa diskusi bersama untuk membahas isu perempuan maupun keterwakilan perempuan dalam Pemilu nanti,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Mey ini.

Menurutnya, seorang perempuan harus menjadi pemilih yang cerdas dan mampu untuk mewakili perempuan di kursi parlemen. Agar keterwakilan isu-isu perempuan dapat diaspirasikan di legislatif.

Diskusi kian mengalir saat semua peserta membahas problem-problem mengenai sedikitnya jumlah anggota legislatif perempuan yang berhasil duduk di kursi parlemen.

“Budaya patriarki masih kental. Masyarakat memiliki pemahaman bahwa perempuan tidak bisa menjadi pengambil kebijakan dalam politik,” ujar Hinda Warda, aktivis Yayasan Rumah Perempuan Pasuruan.

Semua peserta diskusipun berharap agar calon legislatif yang berhasil duduk di kursi dewan nanti dapat menyambungkan suara perempuan sekaligus menindaklanjuti aspirasi rakyat khususnya mengenai perempuan.

“Sebagai caleg perempuan sudah suatu keharusan untuk memperjuangkan isu-isu perempuan. Namun tidak hanya itu, caleg perempuan juga tidak boleh melupakan isu- isu strategis lainnya,” ungkap Widia Sofa, Calon Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Dapil 6. (ptr/ono)