Kampanye Lingkungan, Kelompok Tani di Puspo ini Tanam Pohon untuk Warga

806
Sejumlah siswa dilibatkan dalam kegiatan penanaman pohon oleh Kelompok Tani Rukun Maju Sejahtera Puspo, Sabtu (4/5/2019).

Puspo (wartabromo.com) – Kelompok Tani Rukun Maju Sejahtera tanam 5.000 bibit pohon di sekitar lingkungan warga Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/5/2019). Ini dilakukan juga sebagai ajang kampanye lestarikan lingkungan, langsung ke tengah masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Rukun Maju Sejahtera, Machrus Solikin mengungkapkan keprihatinan, karena seiring waktu kondisi alam kian rusak dan mengancam kehidupan.

Tak mencoba mencari siapa yang salah, ia pun mengajak seluruh komponen, di antaranya warga dan Sahabat Alam Hipsi, terjun bersama membangun kembali keasrian alam.

Menariknya, kakek yang pernah menerima Kalpataru ini, mengakui sengaja melakukan penanaman pohon di lingkungan berdekatan dengan warga sekitar, tidak dilakukan di wilayah hutan, sebagaimana gerakan recovery lingkungan lain.

Meski tak memungkiri pentingnya keberadaan hutan, sasaran penanaman yang dilakukan kali ini lebih memiliki nilai, lantaran langsung bersinggungan dengan warga.

“Yang penting rakyat. Lestarikan lingkungan, makmurkan kehidupan,” kata kakek yang juga lumrah dipanggil Kiai Machrus ini.

Ditegaskan, kegiatan penanaman ini merupakan stimulus, sekaligus sarana edukasi dan kampanye kepada warga untuk lebih memperhatikan kelestarian alam.

Aksi tanam bibit pohon kali ini dilakukan di sekitar Desa/Kecamatan Puspo. Ada 5.000 bibit pohon terdiri dari durian, cengkeh, dan alpukat ditanam dan dibagikan langsung kepada warga.

Kegiatan hari ini juga melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pasuruan, seperti Dinas Lingkungan Hidup hingga Muspika. Bahkan TNI/Polri dan siswa-siswi Desa Puspo tak ketinggalan turut bersama-sama melakukan penanaman pohon.

Sebelumnya, Kelompok Tani Rukun Maju Sejahtera juga telah melakukan hal serupa pada Februari 2019 silam. “Waktu itu 2.000 pohon. Ini kita kebetulan ada CSR dari CJI 18.000 pohon, sementara masih 5.000 ini,” pungkasnya. (ono/ono)