Ada Kenduren Mas, Penerima Manfaat Bantuan Sosial Meningkat

1208
Warga pemohon bantuan sosial, antre di stan Dinsos yang hadir di Kenduren Mas, Lapangan Jimbaran, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Akhmad Romadoni)

Pasuruan (wartabromo.com) – Penerima bantuan sosial (bansos) disebut-sebut meningkat, semenjak program Kendaraan Urun Rembuk Masyarakat (Kenduren Mas) hadir di tiap kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Setidaknya, ada 2.000an warga, menambah jumlah penerima manfaat bansos.

Sebanyak 14 OPD Pemkab Pasuruan hadir untuk mendukung program unggulan Bupati-Wabup Pasuruan, Gus Irsyad dan Gus Mujib ini. Program tersebut memberikan pelayanan secara jemput bola kepada masyarakat. Salah satunya Dinas Sosial, yang memberikan pelayanan pengajuan bantuan sosial.

Agus Supriyono, Kasie Pemberdayaan Kelembagaan Sosial dan Pengelolaan Sumber Dana Sosial mengatakan, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) cukup meningkat setelah ada program Kenduren Mas.

Warga pemohon bantuan sosial, mendapatkan layanan di stan Dinsos yang hadir di Kenduren Mas, Lapangan Jimbaran, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Akhmad Romadoni)

“Yang pasti warga yang mengajukan penerimaan bantuan sosial semakin meningkat,” ungkapnya saat ditemui di tenda Kenduren Mas, di Lapangan Jimbaran, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Rabu (8/5/2019).

Pelayanan yang diberikan Dinsos, yakni pengajuan PKH, KIS dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Menurut Agus, warga yang mengajukan diri sebagai keluarga penerima manfaat, akan diverifikasi dalam Basis Data Terpadu (BDT) terlebih dahulu.

“Kalau tidak masuk di BDT, tapi ternyata setelah diverifikasi memang benar dari keluarga tidak mampu maka akan kami usulkan,” imbuhnya.

Sebaliknya, jika pemohon bantuan sosial yang tidak terdaftar dalam BDT, maka secara otomatis tidak akan menerima bantuan tersebut.

Ia pun merincikan jumlah masing-masing penerima bantuan sosial. Pada awal tahun 2019, penerima PKH ada sekitar 95.000 an, kemudian meningkat menjadi 97.000 an pada April ini. Periode peningkatan jumlah penerima manfaat bantuan ini, boleh dibilang ketika program Kenduren Mas digulirkan, yakni sejak akhir Februari 2019 lalu.

Sementara KPM penerima KIS untuk PBIN ada sekitar 611.000 an. Menurut Agus, jumlah itu fluktuatif dan pada tahun ini menjadi 613.000 an.

“Untuk KIS Nasional, Kabupaten Pasuruan menerima paling banyak dari seluruh Indonesia,” terang Agus.

Sekadar informasi, warga yang akan mengajukan bantuan sosial harus menyertakan beberapa persyaratan administrasi seperti, fotokopi KTP dan KK, pengantar SKTM, foto rumah, maupun fotokopi verifikasi lembar kriteria miskin. (ptr/ono)