Nikmati Sensasi Jadi Raja di Kerajaan Kopi “Keko” Pandaan

2058
Pahit manisnya berbisnis kopi telah dirasakan Donny Arandy. Kini, sebuah dinasti kerajaan kopi berhasil dibangun dan nama harumnya pun kian semerbak.

Laporan: Ardiana Putri

KEDAI kopi semakin populer saat ini. Tak hanya sekadar minum kopi, orang-orang memanfaatkan kedai-kedai kopi untuk berbagai keperluan. Seperti diskusi, rapat bisnis bahkan untuk hangout dan bercengkerama dengan kawan.

Peluang itulah yang ditangkap Donny Arandy. Jatuh bangun merintis bisnis kopi selama bertahun-tahun telah digelutinya. Baginya, membangun bisnis di Kerajaan Kopi haruslah selalu berinovasi, tak hanya terpaku pada satu konsep tertentu saja.

Pria asli Pandaan itu tak sungkan berbagi rahasia dapur bisnisnya yang telah hampir 8 tahun ia bangun.
Baginya, rasa kopi enak atau tidak itu dikembalikan ke selera masing-masing penikmat kopi. Ia juga menjelaskan jika membuat kopi ada aturan tersendiri.
“Kategori kopi enak dan tidak itu tergantung cara meraciknya,” ungkapnya.

Donny Arandy sengaja menamai kedai kopinya itu, Kerajaan Kopi. Nama itu semakin akrab di telinga warga Pandaan dengan sebutan Keko. Tak hanya muda-mudi, Keko juga sangat nyaman untuk tempat berkumpul keluarga.

Penamaan Kerajaan Kopi, menurut Donny Arandy lantaran pada awal berdirinya kala itu tidak banyak yang menjual beragam varian kopi seperti yang ia lakukan. Pada awal berdirinya Keko yakni akhir tahun 2011, banyak kedai kopi hanya menjual kopi sachet atau kopi tubruk.

Donny Arandy, owner Kerajaan Kopi (Keko) Pandaan saat berikan servis ke pengunjung.

“Yang saya jual banyak varian kopi, saya pikir itu seperti sebuah kerajaan dan saya harus jadi raja di sini,” paparnya menceritakan asal mula penamaan Kerajaan Kopi.

Tempat yang nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama nongkrong di Keko ini, bak seperti raja. Donny sengaja memisah kedai kopinya itu menjadi dua area. Area bebas rokok dan boleh merokok.

“Lama kelamaan kami dapat customer keluarga, jadi kami sesuaikan. Ada space free smoking area di sini,” terang Donny sambil menunjukkan setiap sudut area kedai.

Kedai kopi yang berlokasi di Jalan Dr. Sutomo Ruko Yadika Square A-1 No.1, Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini memiliki konsep yang dapat dikatakan dinamis dari waktu ke waktu. Diakuinya, selama 8 tahun Keko berdiri, ia beberapa kali merombak konsep kedainya.

Saat awal berdiri pada 2011 lalu, tren kedai kopi berkonsep musik. Maka Keko pun ikut meramaikannya dengan konsep musik. Namun seiring berjalannya waktu, tren kedai kopi berkonsep musik pun turun.

“Konsep kami selalu berubah, tidak paten satu konsep saja. Dinamis, bergantung pada tren di masanya,” imbuh Donny.

Beragam kopi Nusantara bisa dinikmati di Keko. Donny sengaja menyeleksi kopi-kopi asli Bali, Sulawesi dan Sumatera dari supplier yang bisa dipercaya. Itu dilakukan untuk tetap menjaga kualitas kopi yang ia suguhkan.

Tak ketinggalan kopi asli Kabupaten Pasuruan juga disediakan di Keko. Donny mengambil dari petani di daerah Ledug dan Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Menjadi seorang pemilik kedai kopi kenamaan di Pandaan, bukan berarti menjadikan Donny berleha-leha dan menyerahkan semua pekerjaannya pada karyawan saja. Hingga saat ini, ia bahkan tetap mengolah sendiri kopi-kopi yang ia pesan dari petani. Mulai dari menjemur, penyortiran, hingga roasting dilakukannya sendiri.

“Berbisnis kopi itu unik. Kopi itu jujur, kalau enak dia akan berkata enak, kalau tidak enak ya akan berkata tidak enak,” pungkasnya. (*)