Sepi Pembeli, Pedagang Buah di Pasar Kota Probolinggo Wadul ke Dewan

669

Probolinggo (wartabromo.com) – Pedagang buah di Pasar Gotong Royong mengeluh sepinya konsumen ke DPRD Kota Probolinggo. Menurut mereka, hal tersebut karena menjamurnya pedagang kaki lima di sepanjang jalan Prajurit Siaman dan di daerah Mastrip.

Abdul Hamid (65), salah satu pedagang buah Pasar Gotong royong mengatakan, sejak banyaknya pedagang buah dengan kendaraan roda 3 atau 4 di pinggiran jalan raya Kota Probolinggo, omsetnya menurun. Bahkan hampir 90 persen.

“Ya kita ini sangat merasakan dampak dari penjual buah keliling yang terkadang mangkal di pinggiran jalan itu, otomatis kan pembeli beralih ke situ karena lebih dekat, jadi kami harap Dewan dapat bertindak,” ujarnya, Senin (13/5/2019).

Sementara itu, Syafudin, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Probolinggo menuturkan, pihaknya masih harus melakukan koordinasi dengan Pol PP terkait keluahan ini.

“Ya kami akan tinjau terlebih dahulu, dan apakah ini perlu di rapatkan atau bagaiamana, masih akan kami koordinasikan, karena memang berdagang di pinggir jalan raya utamanya di trotoar tidak boleh,” tuturnya.

Selain menerima keluhan pedagang, Syaifudin juga menegur mereka. Pasalnya, para pedagan di Pasar Gotong Royong ini dinilai telah melanggar, setelah tempat jualannya di Pasar hanya dijadikan gudang.

“Kami tidak hanya menyalahkan pihak pedagang buah yang berada di pinggir jalan, namun para pedagang buah di pasar Goting royong juga harus sadar diri, mereka juga menyalahi aturan, karena rata-rata pedagang berjualan buah di depan pasar Gotong royong yang seharusnya itu trotoar, padahal mereka sudah disediakan tempat didalam pasar,” tutupnya.(fng/may)