Perusuh Jakarta Bertato dan Mengaku Dibayar

0
669

Jakarta (WartaBromo) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut keterlibatan kelompok lain dalam bentrokan di Jakarta. Bukti itu ia peroleh dari keterangan sejumlah pelaku yang berhasil diamankan.

Pernyataan itu disampaikan Tito menyikapi perkembangan terakhir pasca bentrokan usai demo di Bawaslu, Rabu (22/5/2019) dini hari. “Ada beberapa orang yang sudah kami amankan. Beberapa diantaranya, mohon maaf, memiliki tato,” kata Kapolri dilansir dari stasiun TV swasta.

Dalam kesempatan itu, Kapolri sempat menceritakan kronologi aksi unjuk rasa di depan Bawaslu. Menurutnya, aksi menolak hasil pilpres sejatinya berlangsung aman dan tertib.

“Dari pukul 14.30, ketika massa mulai datang sampai selepas tarawih, semua berjalan sesuai SOP. Aksi berlangsung aman dan tertib sampai peserta membubarkan diri,” kata Kapolri.

Namun, sekitar pukul 22.30, datang 300 orang yang didominasi pemuda dari arah Tanah Abang. Massa dikatakan Kapolri membawa sejumlah benda berbahaya. Batu hingga bom molotov.

Upaya persuasif sejatinya sudah dilakukan agar massa membubarkan diri. Tapi tidak diindahkan. Bahkan mulai menyerang polisi dengan batu. Polisi kemudian memukul mundur massa.

Sempat mundur, massa kemudian kembali sebelum akhirnya didorong mundur ke Tanah Abang. Karena semakin anarkis, anggota menembakkan gas air mata.

Di tengah situasi ini berlanjut, di tempat lain, menurut Kapolri, ada kelompok lain yang juga didominasi anak muda menyerang asrama polisi di Petamburan. Padahal, asrama itu dihuni keluarga anggota polisi.

Oleh massa, sedikitnya dua kendaraan dinas dan 23 kendaraan pribadi dibakar massa. “Di asrama itu ada anak-anak dan istri anggota,” jelas Kapolri. Beberapa pelaku rusuh pun berhasil diamankan.

Dari pemeriksaan pelaku, petugas menemukan uang Rp 6 juta yang tersimpan dalam sejumlah amplop. “Nanti ini akan kami dalami karena dari pemeriksaan, ngakunya dibayar,” jelas Kapolri. (asd/asd)