Pembatasan Sosmed, Pedagang Olshop Keluhkan Penjualan Turun

0
515

Lumajang (Wartabromo.com) – Sejumlah online shop (olshop) mengeluhkan adanya pembatasan sosial media yang sudah berlangsung sejak Rabu (22/5/2019). Mereka mengaku jumlah pembeli menurun, karena lambatnya respon penjual di sosial media.

Qurrotul A’yun, salah seorang pemilik olshop asal Lumajang mengatakan, Ia biasanya berjualan dengan mengandalkan media Whatsapp. Ia memperoleh gambar dari supplier via chat, lalu gambar baju tersebut di unggah di Whatsapp story.

“Ya terhambat pada awalnya. Terus sekarang pakai aplikasi itu VPN. Lumayan lah, meski agak takut juga,” ujarnya kepada wartabromo.com, Sabtu (25/5/2019).

Sementara itu, Genta, penjual online camilan juga menuturkan hal yang serupa. Bahkan Ia mengklaim penjualannya menurun sejak sosmed dibatasi.

“Turun penjualannya. Kan kena pembatasan, nah yang DM dari IG (Instagram, red) kepending. Kadang balesnya jelang satu hari. Akhirnya (pembeli, red) gak jadi pesen,” ungkapnya.

Selain 2 pedagang tersebut, menurut pantauan wartabromo, beberapa pedagang lain terutama pemilik olshop busana mengeluh tidak bisa mengupload gambar di Facebook. padahal jelang lebaran, pelanggan mulai berdatangan.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia angkat bicara mengenai pembatasan akses sosmed oleh pemerintah ini.

“Mungkin yang tidak terpikirkan oleh pemerintah, dengan mematikan medsos karena banyaknya hoaks. Jangan lihat hanya pedagang besar, tapi berapa juta orang pengusaha kecil yang mereka biasa dengan bisnis online, itu berapa hari enggak dagang, kenapa karena pemerintah mengantisipasi hoaks,” kata Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat, MUI, M Azrul Tanjung seperti dinukil dari Viva News.

Ia pun berharap Pemerintah segera menghentikan pembatasan ini karena sudah terlalu lama dilakukan.

“Kita bisa bayangkan berapa ratus miliar, tidak terjadi transaksi pada 3 hari ini,” pungkasnya. (may/ono)