Video Prank, dari BOOMING hingga Di-WARNING

0
726
ilustrasi prank
“Video prank kerap kali berada di puncak popularitas dan paling dicari, terbaca melalui google trends. Khususnya mulai 19 – 25 Mei ini. Prank menduduki trend teratas.”

Oleh : Maya Rahma

VIDEO Prank semakin menjamur di Indonesia. Jika ditelurusi di google khusus pencarian video, unggahan dengan judul “Prank” ini ada lebih dari 127.000.000. Tentu jumlah ini diakumulasi sesuai dengan database google pada periode tertentu.

Lalu selama kurun waktu satu tahun ini, video prank kerap kali berada di puncak popularitas dan paling dicari, terbaca melalui google trends. Khususnya mulai 19 – 25 Mei ini. Prank menduduki trend teratas.

Lantas, apa itu Prank? Berasal dari Bahasa Inggris, Prank ini berarti gurauan. Atau jika dijelaskan lebih khusus lagi di kamus Bahasa Indonesia, maka maksudnya adalah mengibuli atau menjahili seseorang.

Memang benar pengertian tersebut. Apalagi jika melihat dari tayangan video Prank selama ini yang isinya ngerjain orang. Dan hal tersebut rupanya sekarang menjadi “hobi” baru para Youtubers Indonesia.

Awal Mula Video Prank

Menurut informasi, ada beberapa prankster atau creator yang ahlinya prank kenamaan. Sebut saja Roman Atwood, VitalydzTV. Satu lagi, prankster asal Prancis yakni Rami Gaillard yang sudah sangat melekat sebagai prankster sejak tahun 1999. Melalui situs pribadinya di www.nimportequi.com, pada 2001 Ia mulai mengunggah keusilannya. Lalu 6 tahun kemudian, prank ini mulai diunggah di channel Youtube.

Bisa dibilang, prank milik Remi Gaillard ini benar-benar seru. Sebut saja ketika dia mengubah lift menjadi seperti kamar pribadi dengan hiasan sedemikian rupa hingga orang-orang kebingungan.

Namun semakin berkembangnya tahun, prank semakin bervariasi. Ada yang namanya prank teks. Biasanya para youtubers bertukar pesan dengan rekannya memanfaatkan lirik lagu. Otomatis penerima pesan kebingungan karena pesan tidak nyambung atau bahkan merasa sedang dibuat bingung karena pernyataan cinta di lirik tersebut.

Ada lagi prank call. Kurang lebih sama, namun prank ini via telpon. Atau prank pada umumnya seperti mengerjai orang lain dengan berbohong, atau berpura-pura menjadi pengemis. Dan kepura-puraan lainnya yang menyebabkan kemarahan seseorang.

Lalu apa sih manfaat video prank ini?

Mereka para youtubers yang biasanya membuat video prank biasanya hanya bertujuan menghibur para viewers. Mungkin ada rasa bahagia melihat seseorang dikerjai dengan sedemikian rupa oleh pembuat konten.

Ya memang nyatanya demikian. Para penikmat youtube bahagia dengan keusilan-keusilan itu. Meski bisa dibilang konten kadang kelewatan, jauh dari norma yang ada.

Misalnya baru-baru ini, ada youtuber yang nge-prank pacarnya dengan menghancurkan alat make upnya. Sontak saja si wanita marah karena prank ini keterlaluan. Netizen pun sama. Menghujat habis-habisan pembuat konten itu. Hujatan ini pula yang membuat video prank tersebut sempat menduduki peringkat 1 karena viewers meningkat drastis.

Kejadian ini bukan awalan, namun rupanya sang pembuat konten turut hanyut dalam trend para youtuber hingga artis yang menggunakan tema “prank”. Hampir setiap hari selalu ada konten “prank”.

Hingga youtube akhirnya mengeluarkan peringatan bagi pembuat konten prank ini.

“Reminder : Our Policies prohibit content encouraging violent or dangerous activities that are likely to result in serious harm. We’ve updated external guidelines to claricy what this means for dangerous challenges and pranks,” ujar Youtube melalui twitternya.

Youtube melarang keras konten berbahaya yang menyebabkan kehilangan nyawa. Termasuk prank yang ternyata di belahan dunia lain telah menimbulkan korban jiwa.

Bahkan, Youtube juga melarang konten prank yang menimbulkan trauma bagi para anak. Mereka pun meminta para content creator menghapus semua video tersebut dalam kurun waktu dua bulan ini. Jika tidak, maka akun akan di matikan.

Larangan telah datang. Prank yang awalnya gurauan ternyata bisa menimbulkan korban jiwa, atau minimal trauma bagi para anak. Lalu, masih manfaatkan membuat konten prank? Benarkah semata-mata hiburan, atau karena prank bisa menambah pundi-pundi dolar di kantong para creator?

Selamat merenung bersama. (*)