Minim PJU, Dishub Probolinggo Kejar Hibah di Kementerian

1440

Probolinggo (wartabromo.com) – Ruas jalan di Kabupaten Probolinggo masih minim dengan lampu PJU (Penerangan Jalan Umum). Anggaran yang terbatas, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) setempat pun memburu hibah dari kementerian terkait. Nilai hibah PJU itu, sekitar Rp 30 miliar.

Minimnya PJU diakui oleh Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto. Ia mengatakan sekitar 70 persen ruas jalan di wilayahnya belum ada jaringan PJU.

“Secara umum masih kurang. Anggaran untuk penerangan ini sangat terbatas. Kami sendiri, masih fokus di Kota Kraksaan dan sekitarnya sebagai ibukota kabupaten,” tuturnya kepada wartabromo.com, Selasa (28/5/2019).

Dalam setahun anggaran untuk PJU masih berkisar Rp 1 miliar. Padahal untuk menerangi 15 ruas jalan kabupaten yang masuk dalam SK Bupati Probolinggo, tidaklah cukup. Karena itu, Dishub berharap anggaran penerangam jalan bisa dinaikkan hingga seratus persen. Agar cakupan jalan yang berkeselamatan semakin luas.

Baca Juga :   PKB Desak Pemkab Probolinggo Bangun Rumah Singgah di Surabaya dan Malang

Selain itu, Dishub juga memburu dana hibah maupun hibah barang di kementerian. Baik Kementerian Perhubungan maupun Kementerian ESDM. Seperti tahun lalu, yang mana Dishub mendapat hibah 100 unit PJU dari Kementerian ESDM. Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) ini, dipasang di 3 titik. Yakni jalan Desa Kalirejo, Jalan Sinto ke selatan, dan jalan Tegal Siwalan.

“Kita menerima unitnya saja. Pemasangan dan lain sebagainya, ditangani oleh kontraktor yang ditunjuk kementerian. Kami hanya menunjukkan titiknya saja. Itu lebih aman bagi kami ketimbang menerima dana secara langsung,” terangnya.

Untuk tahun ini, Dishub pun mengajukan hibah PJ-TS lebih banyak. Yakni sebanyak 1.500 unit atau 15 kali lipat dibanding tahun lalu. Dengan asumsi per unit seharga Rp 20 juta, maka hibah itu diperkirakan senilai Rp 30 miliar.

Baca Juga :   Kosong Berbulan-bulan, Dispendukcapil Kini Punya Kepala Definitif

Jika terwujud, PJU ini akan dipasang di jalan akses menuju pariwisata. Semisal Sukapura, Sumber, Tiris dan Krucil.

“Kami bersama pak Wabup (Timbul Prihanjoko, red) sudah berkomunikasi secara intensif dengan mitra kami di kementerian. Ya mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,” harap Heri.

“Kami juga berharap kepala desa mau menyediakan anggaran penerangan jalan-jalan desa. Yakni melalui Dana Desa yang diterima desa setiap tahunnya. Agar beban pemerintah daerah, tidak terlalu besar dalam upaya jalan berkesalamatan,” tandas mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) ini. (saw/saw)