Dewan Soroti Kekosongan Kepala Sekolah di Kabupaten Probolinggo

784

Probolinggo (wartabromo.com) – Sedikitnya ada 30 sekolah negeri yang tidak mempunyai Kepala Sekolah secara definitif di Kabupaten Probolinggo. Kondisi itu dinilai berdampak negatif hingga menjadi sorotan pimpinan DPRD setempat.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan harus segera mengisi kekosongan kepala sekolah itu. Jika belum mempunyai kepala sekolah definitif, maka akan berimbas pada kualitas dan kuantitas pendidikan di sekolah itu,” kata Wakil Ketua DPRD Probolinggo, Ahmad Musayyib Nahrawi saat rapat penjelasan Bupati Probolinggo terhadap pandangan fraksi pada LKPJ APBD 2018, Selasa (11/6/2019).

Dari catatan dewan, setidaknya ada 30 sekolah negeri, baik SD maupun SMP tidak mempunyai kepala sekolah secara definitif. Lembaga-lembaga itu kini dipimpin secara rangkap oleh kepala sekolah dari lembaga lain. Dengan kondisi rangkap jabatan, maka peran kepala sekolah tidak akan maksimal.

“Bagaimana supervisinya, bagaimana dengan jumlah muridnya, bagaimana kualitas pendidikan di sekolah itu. Pasti tidak akan maksimal. Karena nantinya akan berimbas pada kualitas indek pembangunan manusia (IPM) daerah ini. Maka harus segera diisi dengan pejabat tetap,” ujar politisi asal Kecamatan Paiton ini.

Terkait itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina, mengakui jika rangkap jabatan itu tidaklah efektif. Ia menyebut pihaknya sudah mengantisipasinya, yakni dengan melakukan rekrutmen kepala sekolah secara terbuka pada Juli nanti. Sehingga sekolah-sekolah yang kosong, segera memiliki kepala sekolah tetap.

“Bukan tidak ada kepala sekaloh tapi merangkap Jadi tidak efektif. Guru yang ikut tes, mendaftarkan diri terlebih dahulu. Ada seleksi administrasi dengan syarat tertentu. Setelah lulus tes, maka akan mengikuti diklat lanjutan,” terang Dewi. (saw/saw)