22 Desa Rawan Kekeringan, BPBD Mulai Siaga

813
M. Toha, warga Desa Kedung Pengaron, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan mengambil air bersih yang disalurkan BPBD di Desanya. (Foto: dokumen)

Pasuruan (WartaBromo)– Musim kemarau segera tiba. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan pun dijadwalkan menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah tempat.

Kepala BPBD setempat, Bakti Jati Permana mengatakan, saat ini, situasi jelang musim kemarau telah ditingkatkan menjadi siaga jelang kemarau. Tim di lapangan juga sudah berjalan untuk melalukan pemetaan daerah yang rentan kekeringan.

“Kami sudah siagakan air bersih di lokasi-lokasi yang rawan kekeringan. Pemetaan sekaligus pendataan jumlah penduduk yang tinggal di daerah rawan juga sedang dilakukan,” kata Bakti melalui percakapan via whatsapp.

Menurut Bakti, merujuk data tahun lalu, setidaknya ada tujuh kecamatan serta 22 desa yang merupakan wilayah terdampak musim kemarau. Ketujuh kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Lumbang dengan rincian desa meliputi Cukurguling, Karangjati, Karangasem, Watulumbung dan Lumbang.

Kemudian, Kecamatan Winongan (Desa Jeladri, Kedungrejo dan Sumberrejo). Lalu, Kecamatan Lekok yang meliputi Desa Balunganyar, Semedusari, Pasinan, dan Wates. Berikutnya Kecamatan Pasrepan yang terdiri dari Desa Petung, Klakah, Tambakrejo, Mangguan dan Ngantungan.

Tiga kecamatan lainnya adalah Kecamatan Gempol, Kejayan dan Grati. Masing-masing di desa Bulusari dan Wonosunyo (Gempol), Kedungpengaron (Kejayan) serta Karangloh (Grati).

Bakti berharap, dampak musim kemarau kali ini tidak separah tahun sebelumnya. Meski begitu, pihaknya telah menyiapkan skenario terburuk jika kemarau yang terjadi membawa dampak buruk terhadap wilayah-wilayah kategori rentan.

“Prinsip kerja BPBD adalah penanggulangan kedaruratan. Jadi, begitu ada informasi daerah yang kesulitan air bersih imbas kemarau, segera kami suplai dengan mobil tangki,” jelas pejabat eselon III ini. (asd/asd)