Sekdakot Probolinggo Ditipu Hacker Ngaku Kasatpol PP

0
9268
Kasatpol PP Kota Probolinggo, Agus Effendi.

Probolinggo (wartabromo.com) – Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Probolinggo dr. Bambang Agus Suwignyo menjadi korban penipuan Kepala Dinas Satpol PP setempat, Agus Effendi. Ia pun harus merelakan uang senilai Rp 6 juta melayang.

Penipuan dilakukan oleh peretas atau hacker akun WA kasatpol dan dibenarkan oleh Kasatpol PP, Agus Effendi kepada wartabromo.com, Rabu (12/6/2019). Ia mengatakan penipuan itu terjadi sekira pukul 08.30 pagi pada Selasa (11/06/2019). Penipuan, menggunakan media sosial whatsapp (WA) dengan foto profil Agus Effendi.

“Betul itu, tapi yang melakukannya orang lain. Dimana ada orang yang mengatasnamakan saya. Jadi identitas saya itu kenak hacker. Orang itu meminta sejumlah uang menggunakan WA atas nama saya mas, salah satu yang kena itu Pak Sekda. Ia sempat mentransfer uang sejumlah 6 juta rupiah,” jelasnya.

Ia kemudian menjelaskan kemarin itu, dirinya tengah berbincang-bincang dengan anggota Denpom di kantornya. Saat asyik ngobrol, ia mendapat pesan singkat di WA dari orang yang mengatasnamakan Haris, salah satu Kabid di Satpol PP Provinsi Jawa Timur. Haris menawarkan sebuah bisnis. Ia juga meminta jika ada sms yang masuk ke ponsel Agus Efendi supaya di-copy dan dikirim balik ke Haris. Selang dua jam setelah Agus Efendi mengirim copy-an sms tersebut, WA Agus langsung error.

“Ya kejadian itu tanpa saya sadari mas, saat itu saya sedang omong-omongan dengan salah satu anggota Denpom. Ada sms yang masuk ke hp saya itu tidak saya baca, langsung saya Copy dan saya kirim ke Haris itu. Karena saya kenal, jadi saya tidak memperhatikan secara detail. Bisa jadi, WA punya punya Haris juga kena,” terangnya.

Agus Efendi mengaku baru sadar menjadi korban penipuan setelah Sekdakot dr. Bambang Agus Suwignyo menelpon dirinya, sekitar pukul 14.00 WIB. Sekdakot menanyakan buat apa pinjam uang lagi, padahal sudah ditranfer. Sehinga Agus kemudian membaca sms tersebut ternyata isinya kode pin pribadinya. Saat itu ia baru sadar kalau dirinya tertipu.

“Tak hanya pak Sekda, pak Tutang (Tutang Aribowo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) juga kena hack. WA atas nama saya itu, mengirimi pesan pendek mirip dengan yang dikirim ke saya. Kemudian juga mengirim permintaan uang ke sejumlah kolega. Namun, tidak dilayani oleh rekan-rekan, karena kasus yang menimpa saya sudah tersebar,” ungkap mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini.

Kasus ini, oleh Agus kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Agar diproses secara hukum dan pelakunya segera ditangkap.

“Sudah dilaporkan, nomo WA itu sudah tidak aktif. Untuk itu, masyarakat supaya berhati-hati bila ada orang yang tak dikenal dan tidak jelas menghubungi baik dengan cara apapun yang menyangkut data pribadi,” tandas Agus. (fng/saw)