Pengidap HIV/AIDS di Kota Pasuruan Didominasi Orang yang Suka “Ganti” Pasangan

4567
Ilustrasi penularan HIV/AIDS.

Pasuruan (wartabromo.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan mencatat, ada 15 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di wilayah Kota Pasuruan. ODHA yang cukup tinggi ini, didominasi oleh pelaku hubungan heteroseksual atau suka berganti pasangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan, dr. Shierly Marlena.

“Memang penderita didominasi oleh pasangan heteroseksual atau pasangan lawan jenis yang suka berganti pasangan, selain itu juga penderitanya banyak yang merupakan pengguna jarum suntik narkoba,” terang dr Shierly kepada Wartabromo, Kamis (13/6/2019).

Pengguna jarum suntik narkoba yang dimaksud yakni jika digunakan secara bergantian. Sehingga virus HIV/AIDS mudah menular atau menyebar ke orang lain.

Mirisnya, penderita atau ODHA di Kota Pasuruan dialami oleh orang-orang yang masih dalam usia produktif, yakni antara 25-40 tahun.

Shierly menambahkan, Dinkes setempat mencatat, sepanjang tahun 2018, terdapat 34 ODHA yang telah terdeteksi di Kota Pasuruan. Sementara di tahun ini yang masih berjalan hampir 6 bulan, catatan menunjukkan ada 15 orang yang termasuk ODHA.

Ia mengatakan, semakin banyak ditemukan ODHA, semakin baik. Sehingga, ODHA bisa diobati dan virus HIV/AIDS tidak semakin menyebar.

Dinkes Kota Pasuruan pun telah melayani perawatan, pemeriksaan sekaligus konseling bagi ODHA di 8 puskesmas yang ada di Kota Pasuruan. Sementara untuk pelayanan pengobatannya, hanya ada di RSUD Dr Soedarsono Kota Pasuruan.

Kabar baiknya, pelayanan pengobatan untuk HIV/AIDS akan ditambah di Puskesmas Bugul Kidul. Namun dr Shierly belum dapat memastikan kapan tepatnya pelaksanaan pengobatan HIV/AIDS di Puskesmas Bugul Kidul ini.

“Sementara masih di RSUD saja, tapi sebentar lagi untuk pengobatan HIV/AIDS akan ditambah di Puskesmas Bugul Kidul,” pungkasnya. (ptr/may)