Menantang Off Roader Taklukkan Lereng Semeru, Berani?

834
I Gede Putu Atmagiri, Kasat Lantas Polres Lumajang ikut jajal medan off road di Lumajang.
Mereka pun tertantang. Bagi yang memiliki kemampuan tingkat expert, akan melalui medan yang berlumpur. Termasuk menjelajahi tebing gunung semeru yang berbentuk “V”. Jalur ini tak disarankan bagi off roader yang hanya “coba-coba”. 

Laporan Maya Rahma

KEINDAHAN Lumajang tak dapat terelakkan. Kali ini para off roader dari berbagai daerah berkumpul untuk menjajal medan sembari menengok alam Lumajang.

Setidaknya terdapat 150 off roader berasal dari Jawa, Kalimantan, hingga Bali, berkumpul di Kabupaten Lumajang untuk dapat menaklukkan 3 rute Semeru. Selama dua hari satu malam, mereka bakal menjelajah pucuk-pucuk wisata Lumajang.

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP I Gede Putu Atma Giri, satu dari sekian pecinta olahraga ekstrem ini, berbagi semangat, tatkala mencoba mengajak para off roader handal, memacu mobil double gardan mereka.

“Saya salah satu penggemar off road, melalui komunitas-komunitas off road yang saya kenal, saya ajak untuk ikut off-road di Lumajang. Tak tanggung-tanggung ada off roader dari Kalimantan dan Bali yang ikut serta dalam kegiatan Bhayangkara Off Road 2019 yang kami adakan. Mereka sangat tertarik untuk bisa menaklukkan medan di lereng Semeru ini,” ujarnya.

Mereka pun tertantang. Bagi yang memiliki kemampuan tingkat expert, akan melalui medan yang berlumpur. Termasuk menjelajahi tebing gunung semeru yang berbentuk “V”. Jalur ini tak disarankan bagi off roader yang hanya “coba-coba”. Karena butuh keberanian tinggi dan jam terbang untuk bisa melaluinya.

Ada lagi. Medan khusus yang dipersiapkan dengan kemiringan mencapai 90 derajat. Jalur ini untuk off roader yang berani menaklukkan tantangan ekstrem. Untuk melaluinya, mobil menggunakan kawat sling sebagai alat bantu untuk melewati medan-medan yang sangat ekstrem.

150 off roder ini akan melewati 10 Kecamatan di Kabupaten Lumajang. Mereka juga akan bermalam di Desa Burno, Kecamatan Senduro. Satu hal lagi yang jadi tantangan para off roader di luar lintasan bergelombang, adalah menginap dan tidur dengan hanya gunakan tenda dengan suhu ekstrem. Ya, kalau siang sih 22 derajat celcius, tapi kalau malam bisa mencapai 18 derajat celcius. Brrrr…

Tapi tentu saja yang lebih menarik lagi, para pecinta tantangan ini akan melewati obyek wisata di Lumajang. Di Senduro mereka akan melewati Pura Mandara Giri Semeru Agung, Pura tertua di Indonesia. lalu berlanjut ke negeri di atas awan, Puncak B-29. Bukan hanya itu, mereka juga tak akan melewatkan hamparan luas kebun teh Gucialit. Sekaligus tebing lereng Semeru yang akan menggambarkan betapa agungnya Gunung Tertinggi di Pulau Jawa itu.

“Melalui kegiatan Bhayangkara off road 2019  yang diikuti oleh para off roader dari luar Lumajang, dapat memperkenalkan wisata Kabupaten Lumajang. Lumajang kaya akan wisata alam untuk itu melalui jelajah lereng semeru ini akan dapat memperkenalkan keindahan alam Lumajang kepada masyarakat Indonesia,” terang Arsal, Kapolres Lumajang.

Selamat menjelajah ya bosque!