Ayahnya Buruh Tani, Balita Penderita Radang Selaput Otak Dibiayai dengan Utang

820

Pasuruan (wartabromo.com) – M. Radika Aditya, balita penderita radang selaput otak membutuhkan biaya tak sedikit untuk perawatan rumah sakit. Bantuan pun sangat diharapkan, lantaran orang tua hanya bekerja sebagai buruh tani.

Radit, sapaan akrab balita dua tahun ini harus segera dirujuk menuju rumah sakit lain, setelah pihak RS Dr Soedarsono mengatakan kurang lengkapnya fasilitas kesehatan yang dibutuhkan Radit. Perkara fasilitas kesehatan itu, karuan membuat perawatan medis yang diberikan kepada Radit dilakukan seadanya.

Namun, lantaran ketiadaan biaya, keluarga tak dapat memindahkan Radit ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

“Ayahnya buruh tani dan kerja serabutan, untuk ke rumah sakit ini saja, biayanya pinjam sana-sini,” ungkap Widatur Rohimah (25), ibu Radit, Selasa (25/6/2019).

Ayah Radit yang hanya seorang buruh tani itu tak bisa menunggui anaknya di rumah sakit. Ia harus tetap bekerja seperti biasa, bahkan mencari pekerjaan lainnya, mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi biaya perawatan anaknya. Sepertinya, tanggungan utang bakal membekak, mencukupi biaya medis yang terbilang tak sedikit.

Sambil terus menyeka air mata yang mengalir ke pipinya, Widatur Rohimah berharap anaknya dapat segera sembuh dari penyakit yang dideritanya. Wanita asal Desa Lajuk Murjati, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan ini, berharap beberapa pihak turut membantu meringankan beban biaya rumah sakit.

Baca: Menunggu KIS Aktif, Balita Penderita Radang Selaput Otak Butuh Uluran Tangan

Berbagai usaha dilakukan keluarga demi mendapat keringanan biaya. Seperti mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS) bahkan BPJS Kesehatan Mandiri.

“Ini masih menunggu KIS dan BPJS nya aktif sebelum dirujuk ke rumah sakit lain,”pungkas Wida. (ptr/ono)
.