Sepuluh Tuhan Tersebar di Tapal Kuda, Satu di Antaranya Jadi Korban Penipuan

2012
Tuhan asal Lumajang. Foto diambil oleh Tempo pada 2015.

Lumajang (Wartabromo.com) – Seorang perempuan bernama Dwi Retno (56) asal Sampang sempat menghebohkan warga setelah melakukan berbagai modus penipuan. Apalagi, korban penipuan tersebut bernama Tuhan, yang tak biasa digunakan sebagai nama seseorang.

“Wah.. Nama korbanya keren,” ujar akun facebook Wiajeng Nia di laman Facebook Wartabromo.com.

Tuhan kok ditipu, yo modar,” tambah akun Arie Purpala.

Nama Tuhan memang terdengar tidak lazim digunakan sebagai nama seseorang. Seringkali pria bernama Tuhan viral karena namanya. Bahkan sekarang Tuhan kembali viral, karena hampir saja menjadi korban penipuan.

Menurut informasi yang digali wartabromo.com, beberapa warga dengan nama Tuhan ini cukup banyak. Setidaknya ada sepuluh Tuhan di daerah Tapal Kuda ini. Dua berada di Lumajang, enam di Jember, satu di Probolinggo, dan seorang lagi berada di Banyuwangi.

Dua yang berada di Lumajang ini sama-sama dari Kecamatan Pasirian. Tapi, satu di antaranya menjadi korban penipuan. Tuhan korban penipuan ini berasal Desa Bago, Lumajang. Tuhan satu lagi, pada tahun 2015 lalu sempat viral, beralamat di Desa Condro, Lumajang.

Sementara itu, setidaknya ada enam Tuhan yang tersebar di wilayah Jember. Keenam Tuhan ini sempat membingungkan warga beberapa waktu lalu,. Mereka dicurigai merupakan DPT ganda. KPU pun menegaskan, bahwa Tuhan-tuhan ini ada di Jember, dan tersebar di beberapa wilayah dengan wajah yang berbeda.

Lanjut ke Banyuwangi, di daerah Licin juga lahir pria bernama Tuhan. Sama halnya dengan di Probolinggo. Bedanya, di Probolinggo pria bernama Tuhan sudah berusia senja, atau kakek-kakek.

Baca: Mantan Mucikari, Perempuan Penipu Tuhan Terbiasa Hidup Mewah

Kebanyakan pemilik nama Tuhan ini tidak mengetahui asal-usul namanya. Mereka mengaku diberi nama oleh orang tuanya.

Beberapa tahun lalu, nama Tuhan sempat menjadi perdebatan hingga MUI Jatim memberikan sebuah statement. Mereka menyarankan pemilik nama Tuhan menambahi nama dibelakang atau depan, supaya tidak timbul multi tafsir, atau bahkan dianggap menyekutukan Tuhan. (may/ono)