Nenek Penjual Nasi Jagung Berangkat Haji setelah 9 Tahun Menanti

2807

Pasuruan (wartabromo.com) – Usia senja tak menghalangi niat Suriyah (80), nenek penjual nasi jagung, berangkat ibadah haji. Ia pun dipastikan akan menuju tanah suci Makkah dalam waktu dekat ini setelah 9 tahun menanti.

Di rumahnya yang sederhana di Jalan Maluku, Gang V, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan itu, Suriyah biasa menyiapkan dagangannya.

Ia pun memesan becak untuk mengangkut semua komponen nasi jagung. Kemudian dibawanya ke sekitar alun-alun Kota Pasuruan pada sekitar pukul 16.00 WIB.

“Dari keuntungan jual nasi jagung ini akhirnya saya bisa berangkat ke Makkah,” ungkap nenek asal Sampang, Madura ini kepada Wartabromo.com.

Sebelum berjualan nasi jagung, Suriyah sempat membuat kue kucur (cucur) yang dijual di Pasar Besar Kota Pasuruan. Kala itu, Suriyah gigih berdagang kucur.

Baca Juga :   Kais Rupiah dari Pasar hingga Trotoar, Nenek Penjual Nasi Jagung itu Naik Haji

Nah, dari keuntungan berpuluh-puluh tahun berjualan kue kucur itu, Suriyah berhasil mengumpulkan uang hingga Rp25 juta.

“Dengan uang tabungan awal Rp25 juta itu, saya daftar haji pada tahun 2010 lalu,” imbuhnya.

Keinginannya untuk pergi ke tanah suci Makkah itu tak serta merta langsung terkabul. Ia masih harus menanti lebih 9 tahun lagi, menunggu antrean, agar bisa berangkat haji.

“Untuk kekurangannya itu saya angsur, alhamdulilah 30 Juli 2019 nanti saya berangkat,” kata nenek 9 cucu ini, berbinar.

Baca: Sering Ziarah Makam Wali, Nenek Penjual Nasi Jagung Akhirnya Berangkat Haji

Maimunah, anak kedua Suriyah pun awalnya tak percaya terhadap niat ibunya pergi ibadah haji. Setelah keyakinan tampak dari wajah ibunya itu, akhirnya ia turut mendampingi Suriyah mendaftar ke KBIH.

Baca Juga :   Meninggal, Calon Jemaah Haji asal Ngemplakrejo Kota Pasuruan Gagal Berangkat

“Awalnya cerita kalau punya uang Rp25 juta buat haji, kami anak-anaknya ya mendukung saja, kan untuk ibadah,” ungkap Maimunah. (ptr/ono)