Hak Jawab Marinir: Tidak Ada Anggota Marinir Latihan Menembak

16720

Pasuruan (wartabromo.com) – Korps Marinir TNI AL menepis adanya latihan marinir di Pustalpur Grati yang berujung pada terlukanya warga akibat peluru nyasar. Melalui lembar hak jawab yang dikirimkan ke WartaBromo, Dinas Penerangan Korps Marinir menegaskan tidak ada latihan marinir pada hari itu.

Prabandya Penerangan Pasmar 2, Mayor Umar Tribani mengatakan, tidak ada latihan yang digelar pasukan marinir pada Selasa, 2 Juli 2019 lalu. “Kami tegaskan, tidak ada anggota marinir yang latihan menembak pada Selasa, 2 Juli 2019 lalu,” katanya sembari menunjukkan surat hak jawab bernomor: 03/VII/2009/HJ-Dispen.

Penjelasan yang sama disampaikan Pasi Intelat Puslatpur Grati, Letkol. Inggit. Ia bilang, sebelumnya memang ada latihan. Namun, bukan dari marinir, melainkan dari matra lain. “Memang ada latihan. Dan sudah beberapa hari. Kalau tidak salah dari Batalyon mana begitu. Ada suratnya di markas,” kata Pasi Intel Puslatpur Letkol. Mar. Inggit, Selasa malam.

Seperti diketahui, Solihah, warga Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan mengalaki luka lecet di pelipis sebelah kirinya. Diduga, luka itu akibat terkena peluru yang nyasar dari kawasan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Grati, Selasa, 2 Juli 2019.

Bukan hanya melukai Solihah. Insiden yang berlansung Selasa pagi itu juga membuat kaca depan rumah pecah. Begitu juga dengan kaca meja di ruang tamu. Solihah dan suamianya, Asmat sempat menduga peristiwa itu akibat lemparan batu. Namun, terbantahkan setelah mendapati sebuah peluru di bawah meja.

Baca: Ada Peluru Nyasar ke Warga, Puslatpur Grati Siap Selidiki

Warga sempat menduga bahwa peluru itu berasal dari latihan oleh marinir. Termasuk, oleh sumber wartabromo.com, Eko, warga sekitar. Maklum, tak jauh dari desa setempat adalah kawasan Puslatpur milik TNI AL. Belakangan, ditegaskan Dinas Penerangan Korps Marinir bila hari itu tidak ada latihan oleh anggotanya. (asd/asd)

Keterangan: Tulisan ini sekaligus meluruskan berita berjudul “Warga Semedusari Diduga Terkena Peluru Nyasar Marinir”. Demikian perbaikan dilakukan.