Pudjo Anggap Upaya Teno Datangi Pengurus Demisioner Sia-sia

834

Pasuruan (wartabromo.com) – Raharto Teno Prasetyo, Ketua terpilih DPC PDIP Kota Pasuruan berencana temui pengurus demisioner. Namun, keinginan itu sepertinya mendapat tentangan dari Pudjo Basuki, suami Luluk Mauludiyah, penyegel kantor cabang.

Menanggapi rencana Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo yang akan segera bertemu pengurus demisioner pasca terpilih sebagai Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan, Pudjo mengatakan, hal itu tidak perlu dilakukan.

Pudjo, mantan Wakil Wali Kota Pasuruan yang juga tokoh senior PDIP ini menganggap, jika Teno tetap mendatangi, itu adalah hal sia-sia. Tak dijelaskan, alasan kalimat sia-sia yang diucapkan kali ini.

Namun demikian, sang istri, Luluk Mauludiyah, yang pada periode sebelumnya menjabat sekretaris DPC mendampingi Pranoto sebagai Ketua itu,
mengaku belum menerima kabar perihal rencana Teno, mendatanginya sebagai pengurus demisioner.

Hal serupa juga diungkapkan Pudjo Basuki. Pria yang kerap dipanggil Bledug itu, tak mendapatkan pernyataan permintaan bertemu dari Teno.

“Tidak ada yang menghubungi kami,” tegas Pudjo, yang ditemui di Kediamannya, Jalan Slagah, Kota Pasuruan, Selasa (9/7/2019).

Malah, Pudjo menyebut Wakil Wali Kota Teno tidak paham organisasi. Pasalnya, Teno dianggap belum pantas menjabat sebagai ketua partai. Ia menilai, Teno tak memiliki cukup pengabdian di partai, selain juga tak mengenal basis massa ‘banteng” Kota Pasuruan.

“Salah, kalau dia (Teno) mau datang ke kami, belum ada SK yang menyatakan dirinya resmi menjabat ketua partai,” Imbuh Pudjo.

Diwartakan sebelumnya, Raharto Teno Prasetyo yang kini didapuk sebagai Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan periode 2019-2024 ini, berencana segera berkomunikasi dengan pengurus demisioner partai.

Baca: Pudjo “Bledug” Basuki Ungkap Sejarah Kepemilikan Lahan Kantor DPC PDIP Kota Pasuruan

Hal ini dilakukannya untuk mengurai ketegangan, lantaran suhu internal DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Pasuruan memanas, usai Raharto Teno Prasetyo terpilih sebagai ketua.

“Terkait masalah konflik internal, kami segera berkomunikasi dengan pengurus demisioner,” ungkap Teno saat ditemui di Kantor Wali Kota, Senin, (8/7/2019) kemarin. (ptr/ono)