Muaythai dan Bulu Tangkis Berjaya, Koleksi Emas Pasuruan Bertambah

383
Mujiono (baju merah) dan Ange bersama para atlet, ofisial dan pendamping usai laga Muaythai di Graha WEP 1 Gresik, kemarin, Rabu (10/7/2019).

Gresik (WartaBromo.com) – Raihan emas untuk kontingen Kabupaten Pasuruan terus bertambah. Kali ini, sumbangan emas diraih dari cabor Muaythai dan Bulu Tangkis.

Muaythai berlaga di WEP 1 Semen Gresik, Kamis kemarin. Sementara, Bulu Tangkis bertanding di GOR Rangga Jaya Tuban sehari sebelumnya.

Pada babak final Cabor Muaythai, dua petarung Mujiono dan Ange Linawati diprediksi bisa menjadi yang terbaik. Sebagai Cabor baru di KONI Kabupaten Pasuruan, Muaythai punya target menyumbangkan 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.

Target ini sedikit meleset. Karena pada babak pamungkas, hanya Mujiono yang bisa menyumbangkan emas untuk cabor ini.  Selain 1 emas dan 1 perak, Muaythay juga menyumbangkan 4 perunggu.

Performa Mujiono sangat memukau. Padahal, salah satu kakinya sempat bengkak sejak training center lalu. Namun, di laga final kemarin, ia berhasil mengkanvaskan lawannya, Gala Bawafi (Kota Surabaya) dengan Knock Out (KO) di ronde ke-3. “Syukur sekali bisa bisa menang KO dan mendapatkan emas,” ujar Mujiono gembira.

Suara riuh di bawah ring Muaythai sudah membahana di babak akhir ini. Ange Lianawati yang turun di kelas Putri 43 Kg sebenarnya tampil memukau. Beberapa kali tendangan dan tinjunya menohok Milahawa Mileniawati asal Sidoarjo. Namun, sayang hakim dan wasit menyatakan Ange kala angka dan harus puas mendapatkan perak.

“Kami sebenarnya ada satu jagoan lagi yang kita prediksi emas. Yaitu Ahmad Nurul Jadid. Tapi, di semifinal saya harus lempar handuk, karena kaki kirinya cedera parah. Cedera itu sudah lama. Tapi perjuangannya luar biasa,” tegas Salman Alfarisi, pelatih Muaythai.

Salman juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik antara KONI Kabupaten Pasuruan, jajaran ofisial, pendamping, dan atlet yang bersatu padu. Kompak mulai awal sampai akhir pertandingan.

Dua atlet bulu tangkis Kabupaten Pasuruan sebelum berlaga di Tuban.

Keberhasilan Mujiono dan Ange ini juga sekaligus mengobati luka yang dialami Wildan Ardiansyah. Salah satu atlet Muaythay ini harus dilarikan ke rumah sakit Ibnu Sina Gresik, karena mengalami pendarahan di hidung. Wildan terkena pukulan di hidung dan sempat dinyatakan parah ketika menghadapi Aldento, atlet Ngawi.

“Tapi, setelah dironsen dan diperiksa dokter, akhirnya diperbolehkan kembali,” tegas Salam dan Samsul, tim medis Kabupaten Pasuruan.

Beberapa Cabor lain yang mendulang emas juga terdapat pada Cabor pencak silat, judo, juga bulu tangkis. Cabor tepok bulu ini berhasil mendapatkan emas di nomor beregu putera. Indra Leonard dkk berhasil menang atas tim Kabupaten Sidoarjo dengan skor 3-2. Laga yang berlangsung di Rangga Jaya Anoraga Tuban ini membuat kans bulu tangkis Kabupaten Pasuruan semakin diperhitungkan.

Pengurus Cabor PBSI Kabupaten Pasuruan, Joko berharap peluang untuk merebut medali bisa digapai pada Sabtu besok. Kelompok perorangan tunggal putra/putri, ganda putra/putri, dan campuran bisa berbicara di ajang grand final.

Baca: Kantongi 21 Emas, Kabupaten Pasuruan Sementara Berada di Urutan 6 Peraih Medali Porprov VI Jatim

“Sementara ini kami masih mendapatkan 1 emas dan 1 perak. Mudah-mudahan di final nanti kita bisa meraih yang terbaik,” tegas Joko. (day/day)