Berikut 6 Cara Cegah Kekerasan Seksual terhadap Anak, Nomor 6 Paling Sulit Dilakukan

744

Pasuruan (wartabromo.com) – Seorang bapak yang mencabuli anaknya di Bangil, Kabupaten Pasuruan bisa jadi sebuah peristiwa menyayat hati. Mirisnya, selama bertahun-tahun sang anak justru baru berani melapor, setelah berulang digagahi.

Mencoba mencari tahu berapa banyak kasus pelecehan kepada anak di Kabupaten Pasuruan, WartaBromo.com menelusuri sejumlah sumber.

Hasilnya, membuat meringis.

Data KOMINFO Jatim, Unit PPT-PPA (Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak) Kabupaten Pasuruan mencatat, ada 5 kasus pelecehan pada anak yang terjadi di bulan Januari hingga Maret 2019. Dua kasus tersebut dilakukan oleh orang dewasa. Sedangkan 3 kasus lainnya dilakukan oleh anak-anak. Catatan ini belum yang terjadi pada seorang anak yang digauli bapaknya di Bangil lho?

Jumlah terungkapnya kasus di atas, dimungkinkan bisa bertambah. Hal itu, karena banyak kejadian kekerasan seksual pada anak, yang tak dilaporkan.

Ada beberapa pengetahuan untuk mencegah anak menjadi korban pelecehan seksual.

Baca: Kriteria Penerimaan Dipertanyakan, SMPN 1 Beji Beri Jawaban

Dilansir dari hallosehat.com, sejumlah upaya dapat dilakukan agar anak dapat mengenal ada pelecehan seksual, yakni:

  1. Mengajarkan anak tentang anatomi tubuhnya.
    Penamaan yang tepat pada bagian tubuh privat, dapat mempermudah orang lain ketika anak menceritakan apa yang orang lain lakukan kepada dia. Seperti pada kalimat “orang itu memegang payudaraku dengan tangannya”.
  2. Mencontohkan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain. Seperti boleh untuk berjabat tangan, tidak boleh untuk menyentuh bagian tubuh yang ditutup rapat.
  3. Mengenalkan mana sentuhan yang baik dan mana yang tidak baik.
    Kenalkan bahwa sentuhan yang tidak baik adalah ketika seseorang memukul, mencubit, atau menendang.
  4. Mengenalkan pelecehan seksual. Kenalkan bahwa sentuhan pada bagian-bagian tubuh privat merupakan sebuah pelecehan seksual. Seperti meraba celana atau rok mereka.
  5. Mengajarkan anak untuk berkata “tidak”.
    Ajarkan anak untuk mempercayai insting berbahaya mereka dan sigap untuk mengatakan “tidak” atau “tolong” dengan suara lantang agar orang sekitar menjadi waspada.
  6. Mendampingi anak selalu.
    Bagi orang tua, berikan perhatian penuh kepada mereka dan jelaskan, bahwa sang anak dapat menceritakan segala hal tentang perasaan-perasaannya.

Pengenalan kepada pihak berwajib pun merupakan upaya yang tepat, karena anak bisa melaporkan bahwa ia telah menjadi korban, menerima pelecehan. Sehingga pihak berwajib dapat memproses secara hukum perilaku tak pantas itu.

Baca: Tak Patut Ditiru, Bapak asal Bangil Setubuhi Anak Kandung sejak Usia 7 Tahun sampai Dewasa

Nah itu Bolo, sekelumit cara meminimalisir ancaman pelecehan seksual terhadap anak.

Tetap jaga anak-anak dan waspada ya?
(mg4/ono)