Gawat! KPK Dikabarkan Datangi Kota Probolinggo

10377
Rapat persiapan menyambut kedatangan tim KPK yang bakal melakukan sosialisasi pencegahan tindak korupsi di Kota Probolinggo. (Foto: Bagian Humas dan Protokol Pemkot Probolinggo)

Probolinggo (wartabromo.com) – Lima hari lagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan mendatangi Kota Probolinggo. Selama 2 hari, korp anti rasuah tersebut akan berada di Kota Anggur. Apakah KPK akan melakukan OTT bagi pejabat di lingkungan Pemkot Probolinggo?

Oh, ternyata tidak. KPK yang dijadwalkan datang adalah dari Divisi Pencegahan dengan agenda road show Bus KPK bertajuk ‘Jelajah Negeri, Bangun Antikorupsi’. Kunjungan itu akan dilakukan pada 15 sampai 17 Juli 2019.

“Ini kegiatan biasa saja, tapi maknanya harus kita sukuri. Tidak semua Kota/Kabupaten disinggahi Bus KPK ini. Semoga dengan dikunjungi KPK ini, kita akan semakin baik. Ini momen yang sangat baik, dan kita bisa mempercepat pembangunan di Kota Probolinggo,” kata Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochamad Soufis Subri, Jumat (12/7/2019).

Agar kegiatan edukasi antikorupsi menyasar pelajar setingkat TK, SD, SMP, dan SMA berjalan dengan maksimal, Pemkot menginstruksikan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengelar sosialisasi. Selain itu, Kepala OPD diminta untuk mengosongkan jadwal kegiatan selama 3 hari, mulai 15 Juli.

“Saya sudah berbicara dengan Pak Wali, beliau ingin seluruh OPD mengosongkan jadwal pada saat KPK datang. Seluruh OPD wajib hadir,” ujar Subri.

Selain sosialisasi kepada siswa, road show Bus KPK bertajuk ‘Jelajah Negeri, Bangun Antikorupsi’ ini juga akan diramaikan dengan pameran pelayan publik. Seperti pelayanan pembuatan KTP, dan perpanjangan SIM. Juga akan ada festival kuliner daerah, pemutaran film antikorupsi, kesenian ludruk, penampilan band, serta permainan interaktif.

Subri juga berharap kedatangan KPK ini, tidak dijadikan momentum untuk demo. Karena jalur selatan Jalan Panglima Sudirman, depan Pemerintah Kota Probolinggo, menjadi lokasi utama road show bus KPK ini, rentan macet. Meski begitu, animo masyarakat untuk turut andil diharapkan tinggi.

“Kita harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya demonstrasi, misalnya riak-riak terkait transportasi online. Namun, jangan juga ditutup berlebihan, karena diharapkan masyarakat umum juga turut serta dalam kegiatan ini,” ungkapnya. (saw/saw)