Ada Air Cukup Deras Melimpas di Lautan Pasir Bromo, Begini Penjelasannya

3525

Probolinggo (wartabromo.com) – Saat erupsi Gunung Bromo di Probolinggo, juga terjadi fenomena alam unik. Ada air limpasan di sekitar laut pasir. Wisatawan yang memahami, kemudian menganggap hal itu sebagai material lahar dingin yang berbahaya. Bahkan ada warganet, yang sempat mengabadikannya dalam video.

Unggahan video berdurasi satu menit 20 detik itupun, viral. Mulai dari media sosial, hingga pesan berantai WhatsApp. Namun sejatinya, air limpasan itu sudah lumrah terjadi. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), kejadian banjir diakibatkan karena hujan yang terjadi di sekitar Kaldera dan puncak Gunung Bromo.

Kondisi itu, kebetulan bersamaan dengan kejadian erupsi yang menghasilkan abu vulkanik. Selain itu, morfologi Kaldera merupakan topografi rendah yang dikelilingi oleh perbukitan. Jika terjadi hujan, aliran air akan bergerak ke arah dasar kaldera.

“Endapan batuan di sekitar perbukitan Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo umumnya terdiri dari produk jatuhan yang bersifat lepas. Sehingga akan mudah tergerus oleh air hujan,” ujar Kepala PGA PVMBG Cemoro Lawang, Wahyu Adrian Kusuma, Sabtu (20/7/2019).

Sementara itu, pengamatan cuaca sejak tanggal 1 hingga 18 Juli 2019, umumnya cuaca di sekitar Gunung Bromo cerah, berawan, hingga mendung. Pada 19 Juli 2019 pukul 16.43 WIB tercatat satu kali hujan gerimis. Curah hujan tercatat di Pos PGA Bromo sebesar 0.4 mm.

“Aliran banjir berasal dari sisi barat daya lereng Gunung Bromo memutari Gunung Batok ke arah barat. Getaran banjir terekam di seismograph dengan amplitudo maksimum 1 mm dan lama gempa 3 menit 20 detik,” sambungnya.

Kesimpulannya, kejadian aliran air disertai material batuan berukuran abu hingga pasir yang terjadi pada 19 Juli 2019 sekitar pukul 17.00 WIB adalah fenomena alam biasa. Tidak terkait langsung dengan aktivitas erupsi Gunung Bromo. Sejauh ini, tidak diketahui identitas pengunggah video soal banjir lahar dingin di laut pasir Bromo. Lantaran video tersebut, sudah dibagikan ulang oleh puluhan akun. (lai/ono)