Kabupaten Pasuruan Butuh 642 Dokter

1819

Pasuruan (wartabromo.com) – Soal layanan kesehatan, Kabupaten Pasuruan, sepertinya harus berpikir keras menyelesaikannya. Satu di antaranya dicatatkan, bahwa wilayah berpenduduk 1,6 juta jiwa ini butuh 642 dokter untuk layani kesehatan warganya.

Ini diungkapkan BPK Perwakilan Jawa Timur dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja Atas Efektivitas Pengelolaan Sumber Daya Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional, tahun 2017 hingga Semester I tahun 2018.

“Rasio perbandingan antara dokter dengan jumlah penduduk belum mencapai sasaran,” tulis BPK.

Jika merujuk pada Permenko Kesra Nomor 56 Tahun 2013, rencana rasio pemenuhan dokter umum Tahun 2014, yakni satu dokter berbanding 2.500 jumlah penduduk. Nah, hasil perbandingan antara jumlah penduduk dengan ketersediaan dokter pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, belum mencapai sasaran itu.

Misalnya saja, Kelurahan Pandaan, Kecamatan Pandaan yang memiliki jumlah penduduk terbanyak yakni 86.504 jiwa. Idelanya, jumlah dokter yang ada di kelurahan ini mencapai 35 orang. Tapi, fakta di lapangan menunjukkan, hanya ada 3 dokter, yang selama ini bertugas memberikan layanan medis. Ini berarti, kekurangan 32 dokter.

Lain halnya dengan Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur. Memiliki 2 dokter yang harus ditanggung untuk mendapatkan jasa keahlian medis sebanyak 18.384 jiwa. Jika mengacu pada Permenko Kesra, Desa ini bisa dibilang kekurangan 5 tenaga dokter.

Diketahui, Kabupaten dengan 24 kecamatan, memiliki jumlah penduduk 1.605.307 jiwa, hidup di wilayah dengan luas wilayah 1.474 kmĀ². Mengacu pada sejumlah ketentuan layanan kesehatan, Kabupaten Pasuruan terhitung membutuhkan 642 dokter agar dapat memberikan pelayanan optimal.

Audit kinerja kesehatan dalam kurun waktu 2017 hingga Semester awal 2018 terungkap, jumlah dokter yang bertugas di Puskesmas seluruh Kabupaten Pasuruan, hanya terpenuhi 10,42% dari 642 jumlah ideal dokter yang seharusnya ada. (bel/ono)