Keluarga Salman Alfarisi, Korban Pesawat Cessna: Tetap Berserah Kepada Allah

2141

Pasuruan (WartaBromo.com) – Muhammad Salman Alfarisi, dinyatakan hilang pada kecelakaan pesawat Cessna 172 di Sungai Rambatan Cimanuk Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu. Pihak keluarga mendapatkan kabar satu jam setelah peristiwa terjadi.

Ungkapan diterimanya kabar terjatuhnya pesawat Cessna 172 itu disampaikan Muhammad Hasyim, saat berada di rumah Salman yang beralamat di Durian Raya A2-19, Perum Bugul Permai, Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Selasa (23/7/2019).

Menurut paman korban ini, pihak keluarga tak kuasa menahan kesedihan setelah mendapat kabar, bahwa Salman Alfarisi terjatuh saat berlatih bersama temannya.

“Kami mendapat telepon dari kapten-nya Faris (panggilan Salman Alfarisi) sekitar pukul 16.00 WIB, kemarin,” terang Hasyim.

Baca Juga :   Mobil Pengantar Jenazah Tabrakan Beruntun di Pasuruan

Mewakili keluarga, Hasyim kemudian mengatakan, jika pihak keluarga hanya bisa pasrah, menunggu informasi resmi, terkait perkembangan pencarian Salman Alfarisi.

“Kami tetap berserah kepada Allah,” ucap Hasyim.

Pesawat Cessna bernomor badan PK-WGU tersebut diawaki Arthur Arfa dan Salman Alfarisi itu melakukan pendaratan darurat Senin (22/7/2019) sekitar pukul 14.50 WIB.

Dalam penerbangan itu, Arthur Arfa, yang memiliki catatan 115 jam terbang sebagai pilot in command (PIC). Sedangkan Salman Alfarisi sebagai safety pilot stage training mutual, memiliki catatan 105 jam terbang.

Pesawat tersebut terbang melalui Bandara Cakrabuana Cirebon pada pukul 13.45 WIB.

Baca: Korban Pesawat Cessna adalah Anak Kedua Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan

Salman masih dinyatakan hilang dan Tim SAR Gabungan dilaporkan terus melakukan pencarian terhadap korban Alfarisi, menyelam dan menyisiri Sungai Rambatan Cimanuk. (ono/ono)