Kejang-kejang saat Ditangkap, Tersangka Narkoba asal Wonomerto Tewas

8463

Wonomerto (wartabromo.com) – NH, warga Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Probolinggo meregang nyawa pada Jumat (26/7/2019). Ia tewas pasca alami kejang-kejang saat diamankan oleh anggota Satreskoba Polres Probolinggo Kota. Pihak kepolisian pun melalukan penyelidikan internal terhadap kasus itu.

“NH mengalami kejang-kejang dan oleh petugas langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Kapolres Probolinggo Kota, AKBP. Alfian Nurrizal sebagaimana dikutip dari polresprobolinggokota.info.

Alfian menuturkan pada Kamis malam (25/7/2019), anggota Satreskoba mengamankan NH atas pengembangan penyelidikan terkait peredaran pil Trihexypenidyl. Saat petugas datang ke rumahnya, NH mencoba kabur melalui pintu belakang. Namun berhasil dikejar petugas.

“Terjadi perlawanan dari NH yang menyebabkan perkelahian dengan petugas. Namun berhasil diamankan beserta barang buktinya,” ungkap Kapolresta.

Berhasil dijinakkan, NH kemudian digelandang ke Mapolres menggunakan mobil petugas. Dalam perjalanan, tiba-tiba NH mengalami kejang-kejang. Sehingga NH kemudian oleh polisi dibawa ke IGD RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo. Saat dalam perawatan secara intensif itu, pelaku dinyatakan meninggal dunia.

Polisi pun memberikan penjelasan kepada keluarga terkait kronologis meninggalnya NH. Hal lain yang coba diteliti adalah cara penanganan petugas Satreskoba terkait proses penangkapan yang dilakukan.

“Pemeriksaan terkait dengan penanganan kasus dan proses penangkapan oleh anggota Satresnarkoba. Dan apabila ditemukan pelanggaran akan ada tindakan atau sanksi tegas dari Institusi,” tegas Alfian.

Jenazah NH kemudian dimakamkan di TPU dekat rumahnya. Kapolres dan jajarannya ikut dalam proses pemakaman NH. Mulai dari mensalatkan hingga mengantar jenazah NH menuju ketempat peristirahatannya yang terakhir bersama warga sekitar.

“Ucapan belasungkawa yang sedalam – dalamnya kami ucapkan untuk almarhum NH dan keluarga yang ditinggalkan,” kata pria kelahiran Sumenep ini. (saw/saw)