Wabup Minta Menteri ESDM Salurkan Listrik untuk 5 Desa di Puslatpur TNI AL

1818
Gus Mujib (songkok hitam), Wakil Bupati Pasuruan, ketika mendampingi Menteri ESDM, Ignasius Jonan di PLTGU Grati, Jumat (26/7/2019)).

Grati (WartaBromo.com) – Wakil Bupati Pasuruan, Mujib Imron meminta pemerintah pusat salurkan listrik untuk lima desa di wilayah Kecamatan Lekok. Selama ini, kelima desa di wilayah berdekatan dengan PLTGU Grati dan Puslatpur TNI AL itu tak leluasa, karena masih gunakan warung listrik (Warlis).

Permintaan itu terucap, saat Gus Mujib –panggilan akrab Wabup-, sampaikan sambutan di hadapan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, pada peresmian Blok Pembangkit III PLTGU Grati, Jumat (26/7/2019).

Dijelaskan, lima desa itu adalah Desa Semedusari, Balunganyar, Alas Tlogo, Wates, dan Desa Pasinan (Dusun Semongrong). Menurutnya, warga di desa-desa itu cukup kesulitan memanfaatkan listrik secara optimal, karena masih bergantung dengan Warlis. Itu terjadi, karena wilayah tersebut termasuk dalam sengketa perebutan lahan dengan TNI AL.

“Semoga Pak Menteri merealisasikan aliran listrik di lima desa tersebut,” ucap Gus Mujib.

Terkait permintaan Wakil Bupati tersebut, sampai kegiatan peresmian usia, juga belum terdengar jawaban kesanggupan secara langsung dari Jonan.

Dari catatan, Agustus 2017 silam, Pemerintah Kabupaten Pasuruan sempat meminta Kementerian ESDM, memberikan keringanan/subsidi listrik bagi 1.053 KK, yang manfaatkan Warlis.

Baca: Soal Proyek 35 Ribu MW, Jonan: Semoga Program Ini dapat Cepat Selesai

Dari jumlah setara 1,45% populasi penduduk Kabupaten Pasuruan itu diperkirakan 3.672 sebagai pemanfaat. Rinciannya, 1.222 pemanfaat dan 225 pelanggan di Desa Semedusari; 579 penerima dan 190 pelanggan di Balunganyar; 843 pemanfaat dan 235 pelanggan di Alas Tlogo; 1.632 pemanfaat dan 360 pelanggan di Wates; serta 156 pemanfaat dan 43 pelanggan di Dusun Semongkrong, Desa Pasinan.

Baca: Warga Sekitar Puslatpur TNI AL Bakal Nikmati Subsidi Listrik

Beban warga soal listrik ini, terbilang cukup berat. Pasalnya, mereka harus menanggung biaya listrik dengan kapasitas 50 ribu-70 ribu Watt, yang lumrah digunakan untuk industri (non subsidi). Tentunya, kapasitas itu tak sebanding, karena keperluan dan pemakaian listrik warga, mencukupkan 450 Volt saja.

Hanya saja, upaya keringanan subsidi belum sepenuhnya mendapatkan penjelasan, sampai kemudian saat ini terucap permintaan agar warga pada lima desa, yang berdekatan dengan PLTGU Grati dan Pusat Latihan Marinir ini, dapat dialiri listrik selayaknya pelanggan reguler. (ono/ono)