12 Desa di Probolinggo Terancam Kekeringan

1470

Probolinggo (wartabromo.com) – Sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo, terancam kekeringan. Selain karena kemarau, sejumlah kawasan terdampak juga tak memiliki sumber mata air. Warga hanya mengandalkan pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi mengatakan ada 12 desa yang terancam alami kekeringan. Ke 12 desa ini, ada di beberapa kecamatan, semisal Kecamatan Tongas, Lumbang, Bantaran dan Banyuanyar.

Di kawasan itu, sungai dan ladang kering kerontang. Daerah itu menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau melanda Kabupaten Probolinggo. Menjadi pemandangan rutin setiap tahun.

Selain karena tak turun hujan, kawasan terdampak kekeringan ini juga tak memiliki sumber mata air. Sehingga warga semakin kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Warga harus mencari ke desa lainnya yang berjarak hingga 5 kilometer, agar mendapatkan air bersih.

Baca Juga :   Koran Online 1 Agustus : Bocah Main Korek Bikin Kios Bensin Terbakar hingga Pendaki Semeru Terjatuh saat Terobos Radius Aman

Warga pun terpaksa hanya mengandalkan pasokan air bersih yang didistribusikan oleh BPBD. Distribusi air bersih menggunakan armada mobil tangki. Setiap desa terdampak kekeringan digilir dalam sepekannya. Agar seluruh desa mendapatkan pasokan air secara merata.

“Ada beberapa desa yang melaporkan kebutuhan air bersih, dan sudah kami cukupi. Dengan cara bergilir sesuai dengan permintaan. Truk tangki air bersih siap menyuplai setiap saat,” kata Kalaksa BPBD, Anggit Hermanuadi, Jumat (2/8/2019).

BPBD memprediksi puncak kemarau terjadi pada bulan Agustus ini. Sehingga pendistribusian air bersih harus lebih diintensifkan. Agar warga terdampak kekeringan tidak semakin kesulitan mendapatkan air bersih.

“Sejauh ini kebutuhan air bersih kami suplai terus. Sampai pasokan disana habis. Kan kami punya tandon air dan tangki,” ujar Anggit.

Baca Juga :   Panitia Lakukan Perlawanan terhadap Putusan Pemkab yang Tunda Pilkades Randuputih

Mantan Kepala Bappeda ini, berharap Pemerintah Desa (Pemdes) dan Kecamatan, untuk turut aktif. Dalam melaporkan kawasannya yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Sehingga koordinasi pendistribusian air bersih yang dilakukan BPBD, tepat sasaran melalui jalur komunikasi yang benar,” tandas penghobi fotografi ini. (lai/saw)