Hingga Juli 2019, Realisasi APBD Kabupaten Pasuruan Capai Segini

2687

Pasuruan (wartabromo.com) – Hingga 15 Juli 2019, realisasi Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) Kabupaten Pasuruan terbilang pada penilaian cukup. Raihan pendapatan maupun belanja daerah, masing-masing mencapai 92,77 persen dan 87,62 persen dari target yang telah ditentukan.

Persentase tersebut diperoleh dari data Kementerian Keuangan (Kemenkeu RI) yang merilis laporan ketercapaian keuangan daerah melalui Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 15 Juli 2019.

Dalam laporan tersebut, Kabupaten Pasuruan masih harus mengebut pencapaian pendapatan maupun belanja daerahnya. Diketahui, Pendapatan Daerah Kabupaten Pasuruan 2019 ditarget Rp3.436.524.079.86. Sementara hingga satu semester ini, Kabupaten Pasuruan baru mencapai Rp3.187.926.206.120. Artinya 92,77 persen target telah dicapai, sehingga Kabupaten Pasuruan masih memiliki pekerjaan rumah mengejar 7,23 persen atau senilai Rp248.597.873.745.

Sekadar diketahui, Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan serta Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.

Baca Juga :   Besok, Bupati Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2019

Target Pendapatan Asli Daerah tahun 2019 yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan adalah Rp643.350.343.365. Sementara realisasinya baru mencapai Rp614.352.527.575, sehingga masih terdapat kekurangan Rp28.997.815.790.

Sementara Dana Perimbangan tahun 2019 diinginkan sebesar Rp1.980.945.604.000 dan baru catatkan angka pada Rp1.858.320.668.819. Jadi, Pemkab masih memiliki tanggungan mengejar kekurangan sebesar Rp122.624.935.181.

Tak hanya sampai di situ, Pendapatan Daerah dari tunjangan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah tahun 2019 targetnya adalah Rp812.228.132.500, baru terealisasi Rp715.253.009.726 dan masih harus mencari kekurangan Rp96.975.122.774.

Sama halnya dengan pendapatan daerah, belanja daerah Kabupaten Pasuruan juga belum capai catatan yang diraih yakni Rp3.584.176.982.819. Sementara ini, realisasi belanja daerah masih Rp3.140.415.257.033 atau mencapai 87,62 persen. Kekurangan belanja yang harus segera dikeluarkan hingga akhir tahun mencapai Rp443.761.725.786.

Diketahui, belanja daerah terdiri dari belanja langsung, belanja tidak langsung dan pembiayaan daerah.
Belanja Tidak Langsung pada tahun 2019 ditarget Rp2.044.966.650.598, sementara per 15 Juli 2019 hanya terealisasi Rp1.833.162.606.217, sehingga masih kurang Rp211.804.044.381.

Baca Juga :   Ini Penyebab Pencairan DAU Kabupaten Pasuruan Ditunda 35 Persen

Baca: Biaya Pegawai Membengkak, Anggaran Belanja Pemkab Pasuruan Tahun 2020 Naik 1,16%

Untuk belanja langsung, target Pemkab Pasuruan yakni Rp1.539.210.332.221, realisasinya mencapai Rp1.307.252.650.816 dan kekurangan yang harus dikejar mencapai Rp231.957.681.405.

Terakhir yakni Pembiayaan Daerah Tahun 2019 yang dirancang Rp147.652.902.954, tapi realisasi anggaran ini hingga 15 Juli masih Rp130.616.750.361, sehingga Pemkab masih harus segera siapkan anggaran sejumlah Rp17.036.152.593. (ptr/ono)