Lebih 870 Ribu Jiwa Warga Jatim Diklaim Selamat dari Bahaya Sabu

566
Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai daerah di Jawa Timur saat ucapkan deklarasi Anti Narkoba di atas Barakuda.

Prigen (WartaBromo.com) – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) kumpulkan barang bukti sabu sekitar 87 kilogram selama kurun 2019. Jumlah sebanyak itu diklaim telah selamatkan 870 ribu jiwa warga dari bahaya narkotika golongan 1 ini.

Klaim tersebut terungkap dalam ajang deklarasi gerakan milenial cinta damai, anti narkoba, dan anti radikalisme, diucapkan oleh sekitar duaribu Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Menariknya, sebagian di antara remaja pramuka ini mengucapkannya di atas Barakuda (kendaraan taktis) Brimob Polda Jatim.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jatim, Saifullah Yusuf memberikan pengakuan pada capaian yang diraih polisi karena telah mengungkap beragam kasus narkoba.

Sebagai catatan, selain lebih 87 kilogram sabu, selama satu semester ini, Polda Jatim juga mengamankan 90 ribu ekstasi serta sedikitnya 300 ribu pil dobel L. Deretan jumlah tersebut merupakan hasil pengungkapan 4.325 kasus dengan 5.100 tersangka, mulai bandar, pengedar, maupun pengguna.

Malah, pada Juli kemarin, Polda juga membongkar jaringan sabu di Sampang, Madura dan mengamankan sedikitnya 25 kilogram sabu.

Nah, bila diukur perbandingan tiap gram sabu dimaknai dapat menghindarkan bahaya terhadap 10 jiwa, maka Polda Jatim disebut telah menyelamatkan 870 ribu jiwa warga dari ancaman sabu.

Itulah kemudian, Gus Ipul -panggilan karibnya- tanpa tedeng memberikan penghormatan, karena Polda Jatim saat ini menurutnya kian memberikan penekanan agar lebih keras mengkampanyekan anti narkoba kepada remaja, terutama melalui Pramuka.

Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai daerah di Jawa Timur dalam temu Saka Pramuka Jawa Timur.

Tak ingin bersikap setengah-setengah, gerakan perang terhadap narkoba pun dipadukan dengan gerakan Pramuka, di antaranya dibentuk dalam satuan karya (Saka) Pramuka Bhayangkara. Dari berbagai sumber diketahui, secara umum  Saka Pramuka merupakan wadah pendidikan menyalurkan minat, mengembangkan bakat, keterampilan, dan Pengalaman bagi pramuka pada berbagai kejuruan.

“Rekan-rekan ini menyambut dengan deklarasi berupa kampanye untuk tidak terlibat narkoba. Terdepan untuk tidak terlibat dalam berita bohong atau hoax. Tidak terlibat dalam gerakan separatis atau anti NKRI, atau juga tidak terlibat pada perpecahan bangsa,” ujar Gus Ipul.

Secara spesifik dijelaskan, Saka Bhayangkara ini juga akan fokus untuk membantu kepolisian dalam meningkatkan kesadaran hukum, tertib berlalu lintas, Kamtibmas atau keamanan lingkungan.

Sementara Irwasda Polda Jawa Timur Kombes Pol Sutardjo mengungkapkan, penyalahgunaan Narkoba dan obat-obatan terlarang kian waktu terdapat tren peningkatan.

Ketidaktahuan hingga coba-coba, menurutnya jadi bagian indikator Narkoba terus merajalela bahkan merambah remaja atau pelajar.

Dalam rangkaiannya, deklarasi anti Narkoba oleh Pramuka ini sebelumnya juga digelar pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Bhayangkara Jawa Timur di area Wisata Halal Pintu Langit, kawasan Tretes, Ledug, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat (9/8/2019) malam. (ono/ono)