Fakta Kemerdekaan : Proklamasi Para Pemuda pada 15 Agustus ’45

778

Pasuruan (wartabromo.com) – Pada 15 Agustus 1945 silam, kaum muda Cirebon membacakan proklamasi lebih cepat. Desakan golongan muda kepada golongan tua dinilai tak berikan perubahan setelah Jepang menyerah kepada sekutu.

Ya, pembacaan proklamasi kemerdekaan itu dilakukan oleh dokter Soedarsono. Pembacaan itu dilakukan di sekitar tugu menyerupai pensil berwarna putih yang berlokasi di Cirebon. Sayangnya, proklamasi itu hanya diketahui beberapa orang. Dari berbagai sumber diketahui, ada sekitar 150 orang yang menyaksikan peristiwa itu.

Jepang memang telah tunduk, tapi masih menjaga situasi dan kondisi sama seperti pada masa perang dan melarang adanya perubahan di Indonesia. Momen inilah yang dipandang kaum muda sebagai kesempatan Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Sebelum pembacaan teks proklamasi di Cirebon, para pemuda yang dipimpin Chaerul Saleh menggelar rapat di Pegangsaan Timur dan menghasilkan 2 poin penting yakni:

1. Mendesak Soekarno dan Hatta agar melepaskan ikatan dengan Jepang. Selain itu juga harus bermusyawarah dengan golongan pemuda;

2. Mendesak Soekarno dan Hatta agar memproklamasikan Indonesia atas nama bangsa Indonesia, paling lambat 16 Agustus 1945.

Sayangnya, Bung Karno dan Bung Hatta tetap menolak proklamasi tanpa perantara PPKI. Itu berbanding terbalik dengan golongan muda, yang beranggapan bahwa PPKI adalah bentukan Jepang.

Inilah yang membuat pemuda Cirebon membacakan teks proklamasi lebih cepat. Apalagi Jepang mengumumkan secara gamblang di hadapan rakyat Indonesia melalui pidato radio telah menyerah kepada sekutu.

Nah, selanjutnya apa yang terjadi pasca Soekarno-Hatta menolak ajakan golongan muda memproklamirkan kemerdekaan lebih cepat?

Nantikan ulasan selanjutnya! (bel/may)