Pesan Sampah Hantui Pengguna, Registrasi SIM Card Buat Apa?

1528
“Seramnya lagi, kini para pengirim pesan sampah itu mengetahui nama dari pemilik nomor handphone. Sehingga pesan tersebut layaknya bukan pesan spam, namun sapaan kepada pemilik handphone,”

Laporan : Maya Rahma

HAMPIR setiap hari pengguna media sosial mengeluhkan adanya pesan spam (sampah) yang masuk ke handphonenya. Warga net kemudian menyoroti perihal registrasi sim card yang tak bisa membendung pesan sampah ini.

“Ayolah pak tegakkan aturan mulai dari sekarang. Karena kalau tidak hampir setiap hari saya dapat SMS spam seperti ini, rata-rata 15 sms Spam perhari,” ujar akun Jarwoko melalui Twitter, Senin (19/08/2019).

Menurut pantauan wartabromo, setidaknya ada lebih dari 2-3 pesan setiap hari yang masuk ke ponsel pengguna. Mulai dari penawaran pinjaman, handphone, modus undian berhadiah hingga berbau pornografi.

Hasil polling yang dilakukan wartabromo melalui akun Instagram pada bulan April lalu juga menunjukkan data pengguna yang mendapat pesan sampah. Setidaknya ada 83 % pengguna atau 101 warganet mendapatkan pesan sampah setiap hari. sementara 17 % atau hanya 20 pelanggan kartu selular yang tidak mendapatkan pesan sampah.

Wartabromo kemudian mencoba membuat laporan mengenai adanya pesan sampah ini. Setidaknya ada 2 instansi yang melayani laporan pengguna telekomunikasi. Yakni Aduan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) milik Kominfo, dan provider Telkomsel karena wartabromo melaporkan nomor simpati.

BRTI dari akun Twitternya kemudian memberikan tanggapan mengenai laporan yang diberi wartabromo ini.

“Selamat pagi, mohon dikirimkan bukti screenshot/capture setiap SMS agar dapat kami teruskan ke pihak operator. Terima Kasih -ER-,” ujar @AduanBRTI

Setelah mengirimkan bukti, barulah BRTI melakukan penindakan. Namun, penindakan ini tak banyak membuahkan hasil. Karena keesokan harinya, kembali muncul pesan spam dari berbagai nomor asing.

Hal yang sama juga dilakukan oleh provider Telkomsel. Melalui prosedur yang mirip, wartabromo juga melaporkan perihal pesan spam ini. Mereka sempat melakukan pengecekan terkait kebenaran adanya sms spam tersebut.

“Terima kasih telah berkenan untuk menunggu. Saya cek nomor xxxx data sesuai. Terkait keluhan SMS Spam, saya bantu buatkan pelaporan ke tim terkait. Mohon berkenan untuk menunggu 1×24 jam. Diupayakan secepatnya dapat terselesaikan. –Kio,” ujar operator Telkomsel.

Tak sampai 24 jam, 1 pesan masuk dari Customer Service pun masuk ke nomor yang dilaporkan. Berikut isinya:

“Yth Bpk/Ibu xxxxx,Selamat siang. Konfirmasi terkait keluhan SMS Spam pada nomor xxxx, sudah kami bantu tindak lanjut. Terima kasih. –Awan.”

Namun pasca laporan tersebut, pesan sampah tak sedikitpun berkurang. Bahkan semakin hari kian bertambah. Seramnya lagi, kini para pengirim pesan mengetahui nama dari pemilik nomor handphone. Sehingga pesan tersebut layaknya bukan pesan spam, namun sapaan kepada pemilik handphone.

Kalau sudah begini, siapa yang akan bertanggung jawab? (*)