Perbaikan Jembatan Pajarakan Dianggarkan Rp180 Juta

784

Probolinggo (wartabromo.com) – Lantai pada jembatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo alami kerusakan cukup parah. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya pun menganggarkan dana perbaikan sebesar Rp180 juta.

PPK Jalan Nasional wilayah Probolinggo-Situbondo, Tommy Andika menuturkan anggaran sebesar itu digunakan untuk mengganti lantai jembatan. Yakni dengan memperbaiki bantalan di bawah lapisan aspal. Sebab, menurutnya perbaikan berupa tambal sulam akan percuma. Sebab usia jembatan Pajarakan cukup tua, karena dibangun pada dekade 80-an.

“Jembatan itu memang akan diperbaiki karena fakfor usia. Jembatan itu seharusnya dibongkar total. Karena usianya sudah tua. Untuk saat ini perbaikan lantai saja. Jadi dibongkar itu nanti. Untuk memperbaiki lantainya dulu. Karena itu yang rusak adalah lantainya. Setelah itu baru diaspal,” kata Tommy, Selasa (20/8/2019).

Rencananya perbaikan itu akan dimulai pada Kamis (22/8/2019) hingga Kamis, 29 Agustus. Selama 8 hari perbaikan itu, akan dilakukan diberlakukan satu jalur di jalan Pantura Probolinggo-Banyuwangi itu. Agar kemacetan tidak begitu memanjang.

“Antisipasi kemacetan kami lakukan buka tutup. Jadi satu jalur saja yang dibuka. Itu digunakan secara bergantian,” lanjut Tommy.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Probolinggo, IPTU Agus Supriyanto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan jalur alternatif. Khususnya untuk kendaraan dengan tonase besar, baik dari arah Surabaya maupun Banyuwangi.

“Bagi kendaraan besar dari arah Surabaya yang hendak ke Banyuwangi, kami arahkan untuk melewati jalur selatan. Yakni sejak pertelon Ketapang, Kota Probolinggo,” ujarnya.

Sementara dari arah Banyuwangi hendak ke Surabaya, juga disarankan lewat jalur selatan. Namun bagi yang berangkat dari Situbondo, tetap bisa lewat di jembatan Pajarakan. Karena ketika dilakukan pembongkaran jembatan itu, arus lalin akan berjalan satu jalur. Sehingga, diyakini akan terjadi kemacetan.

“Ketika nanti dibongkar atau dimulai pengerjaannya akan ditutup satu jalur. Jadi yang berfungsi hanya satu jalur. Jadi bergantian antara dari barat dan dari timur,” terang Agus.

Pada kondisi tertentu, kendaraan kecil menurut Agus, akan dibuang ke jalur alternatif. Semisal pada pagi dan sore hari, saat pegawai berangkat dan pulang kerja. Di waktu-waktu tersebut, diyakini volume kendaraan akan meningkat.

Jalur alternatif ini, yakni jalan kabupaten. Untuk arah dari timur, sejak pertelon Semampir atau depan Kantor KPU diarahkan ke selatan menuju Wangkal. Kemudian dari Wangkal ke Condong, lantas belok kanan ke Pajarakan. Dari pertelon Pajarakan belok kiri ke jalur pantura. Jalur yang sama juga direkomendasikan bagi kendaraan kecil dari arah Kota Probolinggo.

“Jalur alternatif tersebut hanyalah kendaraan pribadi. Sedangkan untuk kendaraan besar tidak diperbolehkan. Kalau warga, mungkin bisa potong kompas lewat jalur-jalur tikus untuk menghindari kemacetan. Namun, tidak kami sarankan karena jalannya sempit,” ujar Agus. (cho/saw)