Lecehkan Bupati di Medsos, Pria asal Gempol Ini Dianggap Kurang Ajar

2860

Pasuruan (wartabromo.com) – Sebuah akun media sosial yang diketahui milik Anjar, pria asal Gempol Kabupaten Pasuruan mengunggah hal yang dianggap tak pantas yang ditujukan kepada sosok Bupati Pasuruan melalui postingannya di laman akun Facebook miliknya.

Unggahan melalui akun pribadi bernama Suryo Ageng itu berupa tulisan yang sangat menyudutkan dan dianggap sangat tak pantas disampaikan di ruang publik apalagi kepada sosok pimpinan daerah. Di kolom komentar, Suryo Ageng secara gamblang menyatakan bahwa Bupati yang dimaksud adalah Bupati Pasuruan.

Abdul Karim, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan asal PKB sekaligus Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pasuruan mengatakan, media sosial merupakan ruang publik yang bisa diakses oleh semua orang. Karena itu, tulisan dan postingan yang tak pantas hendaknya jangan disampaikan seenaknya sendiri, apalagi isinya sangat menyakitkan perasaan dan membunuh karakter pimpinan daerah.

“Kita harus bijak di media sosial. Kalimat yang tak pantas janganlah disampaikan di ruang publik. Ini sudah sangat kurang ajar apalagi beliau pimpinan daerah,” ujar Karim.
Menurut pria yang duduk di Fraksi Kebangkitan Bangsa ini, kalimat yang diposting oleh Anjar melalui akun pribadinya sudah sangat menyakiti perasaan, apalagi menyangkut soal pribadi Bupati.

“Beliau adalah pimpinan kita semua. Ini sangat tidak bisa diterima. Secepatnya yang bersangkutan harus meminta maaf atau kami akan laporkan. Kalau mengkritisi pembangunan sah – sah saja. Ini kelewatan,” lanjutnya.

Berdasarkan penelusuran wartabromo.com, postingan akun Suryo Ageng tersebut tersebut mendapatkan komentar dari sejumlah netizen. Akun pribadi milik Ketua PC GP Ansor Bangil yang kini juga duduk di kursi DPRD Kabupaten Pasuruan, Saad Muafi langsung memberikan tanggapannya.

Mohon kalo statement diatur, jangan merasa jadi tuhan, kita tunggu klarifikasi secepatnya.” tulis akun Saad Muafi Avas Maulidi.

Pernyataan itu pun mendapatkan dukungan dari sejumlah netizen lainnya.

“bukan masalah surga dan neraka tapi kamu sudah kelewat batas mau di kasih timah panas….aku gak terima sebagai warga pasuruan..” tulis Heri Mulyono.

Hal yang sama juga disampaikan oleh akun bernama Ari Widyantoro.

Siiip itu sudah pelecehan terhadap aparat negara” tulis akun Ari Widyantoro.

Sementara itu, melalui kolom komentarnya pula,  Akun Suryo Ageng milik Anjar ini mengganggap jika tulisannya tersebut adalah hal yang lumrah atau biasa saja.

“Untuk kawan kawanku…. kalau ada yang salah dari status saya di atas saya mohon maaf. Kenapa kita harus tabu dalam berucap hal Surga dan Neraka, setiap agama mengajarkan itu. Tapi tak satupun tau kita berada di Surga atau neraka tidak terkecuali saya.” tulisnya. (yog/yog)