Sampaikan Pesan Anti Rasisme, Pemuda Kota Pasuruan Gerak Jalan Bergaya Papua

1990

Pasuruan (wartabromo.com) – Puluhan pemuda Gang Pande, RT 03 RW O3 Jalan Jawa, Kota Pasuruan tak ketinggalan memeriahkan gerak jalan HUT ke-74 RI oleh Pemkot Pasuruan. Berkostum dan bergaya khas budaya Papua, mereka ingin kampanyekan pesan anti rasisme di tengah masyarakat.

Tiga grup pemuda peserta gerak jalan dari Gang Pande atau yang lebih dikenal sebagai JJ Mania ini sejak pagi telah bersiap. Mereka berhias layaknya masyarakat suku Papua.

Keceriaan serta semangat nasionalisme tampak dari wajah JJ Mania. Totalitas coba mereka pertontonkan demi tampil maksimal di perayaan kemerdekaan Indonesia kali ini.

Pemuda Gang Pande, Jalan Jawa, Kota Pasuruan bersiap ikuti gerak jalan dan sampaikan pesan Anti Rasisme terhadap Papua, Rabu (28/8/2019).

Supriyadi (36) atau yang akrab disapa Tembel, peserta gerak jalan dengan gaya khas Papua tersebut mengaku mengenakan atribut seperti ini bukannya tanpa maksud.

Pemuda Gang Pande Jalan Jawa itu ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia -khususnya warga Kota Pasuruan-, jangan sampai ada lagi perpecahan serta diskriminasi terhadap warga Papua.

“Tema Papua sengaja kami angkat karena kami ingin menunjukkan dan menyampaikan, jangan sampai ada lagi rasisme di tanah air kita yang dapat memecah belah NKRI,” ungkap Tembel menggebu-gebu tanda semangat.

Kendati atribut khas Papua yang mereka kenakan berasal dari bahan seadanya, mereka tetap antusias dan bertekad mengkampanyekan misi anti rasisme.

Mulai dari mahkota yang terbuat dari rangkaian daun nangka serta bawahan mirip rok rumbai dari tali rafia. Ditambah cat hitam yang melumuri seluruh tubuh dan kombinasi cat merah putih. Tak lupa tulisan bertajuk ‘Say No to Racism’ yang dilukiskan di punggung.

“Persiapan sangat singkat tidak sampai seminggu karena tema ini sangat mendadak, tapi kami sangat semangat,” imbuhnya.

Hal ini dilakukan, dimaksudkan juga untuk meredam isu Papua yang tengah ramai akhir-akhir ini.

Say no to racism, katong samua basudara. NKRI harga mati,” pungkasnya. (ptr/ono)