BPBD Sebut Jalur Evakuasi Sesuai Shelter Penampungan Pengungsi

1512
Papan penunjuk jalur evakuasi Bromo. (Foto: Cuwik Sunarip Yudidarmono, Bromo Lovers)

Probolinggo (wartabromo.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyebut jalur evakuasi bencana di Desa Andung Biru mengacu pada shelter pengungsian. Bukan pada jalan raya atau jalur menuju ke Kecamatan Tiris.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD setempat MS. Iskandar menyebut memang rambu petunjuk jalur evakuasi tersebut membingungkan bagi warga di luar Desa Angdung Biru. Sebab rambu yang dipasang dalam 1 jalan desa itu, ada arahnya yang bertolak belakang.

“Namun bagi warga lokal, plang yang sudah dipasang sejak April lalu itu, cukup mudah dipahami,” ujarnya saat dihubungi wartabromo.com, Kamis (5/9/2019).

Arah plang jalur evakuasi mengacu pada 3 lokasi shelter atau penampungan pengungsi yang sudah disepakati. Yakni untuk wilayah gapura desa ke atas hingga air terjun Mukjizat, shelternya ada di madrasah. Dari atas air terjun hingga jembatan putus di Dusun Kedaton, shelternya ada di rumah Essam, Kepala Desa setempat.

Untuk yang di atas jembatan atau Dusun Lawang Kedaton, maka warga diarahkan menuju shelter pengungsian di kebun teh.

“Itu menuju titik kumpul. Jadi ketiga ada kedaruratan kebencanaan, warga sudah faham mau kemana. Yang di dekat gapura mengarah ke atas, menuju lokasi shelter di madrasah. Begitu juga yang ada di dekat air terjun, maka yang di bawahnya mengarah ke madrasah. Dan yang diatas air terjun dan balai desa menuju rumah kepala desa,” jelas Iskandar.

Pembagian lokasi menjadi 3 wilayah ini, menurut Iskandar sudah disepakati dalam musyawarah desa. Dimana saat itu, BPBD melakukan mitigasi dan kontijensi kebencanaan. Termasuk membentuk desa tangguh bencana. Agar memudahkan akses dalam tanggap darurat.

“Dalam droping logistik, dalam evakuasi dan sebagainya lebih mudah. Sehingga teridentifikasi berapa kebutuhan dan pemetaannya. Dan hal itu berdasarkan kesepakatan warga. Karena sebelum kami memasang, kami melakukan rapat koordinasi dengan warga,” ungkap Iskandar.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, plang jalur evakuasi di Desa Andung Biru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, membingungkan. Pasalnya ada beberapa rambu-rambu yang mengarah ke lokasi bencana bukan ke lokasi yang aman. Setidaknya ada 3 plang berwarna biru bertuliskan ‘Jalur Evakuasi’ yang membingungkan. (saw/saw)