Sempat Diterjang Banjir Besar, Tangkapan Ikan Nelayan di Kota Pasuruan Menurun

940

Pasuruan (wartabromo.com) – Hasil tangkapan ikan nelayan di perairan Kota Pasuruan hingga pertengahan tahun 2019 mencapai 3.292,8 ton. Jumlah ini sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dalam kurun waktu yang sama.

Romli, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kota Pasuruan menjelaskan, penurunan jumlah tangkapan ikan ini dipengaruhi oleh cuaca buruk pada bulan April lalu.

Banjir cukup besar yang sempat melanda tersebut memporak-porandakan ratusan kapal hingga rusak parah sehingga turut pula mempengaruhi hasil penangkapan ikan.

Romli, Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kota Pasuruan.

“Hasil tangkapan ikan di tiap bulannya fluktuatif, tergantung cuaca. Apalagi pada musibah banjir april lalu yang mengakibatkan jumlah tangkapan merosot,” terang Romli kepada WartaBromo, Jumat (6/9/2019).

Hingga Juli 2019, hasil tangkapan ikan diketahui masih mencapai 42 persen dari target yang ditetapkan yakni 7.872,61 ton.

Sedang pada tahun sebelumnya dengan periode yang sama, tangkapan ikan jauh lebih banyak yakni mencapai 3.696,5 ton atau 52,5 persen dari target 7.029,12 ton.

Sekadar diketahui, jumlah tangkapan tahun 2019 ini terbanyak terjadi pada bulan Maret, yakni mencapai 568,3 ton.

Hal tersebut dipicu oleh adanya peralihan musim, selain adanya angin muson timur yang menyebabkan jumlah tangkapan ikan menjadi lebih tinggi.

Jika jumlah tangkapan ikan tinggi di bulan Maret, justru tangkapan ikan cenderung menurun pada awal tahun.

Seperti yang terjadi pada Januari 2019 lalu, jumlah tangkapan hanya menyentuh angka 354,6 ton. Ini diakibatkan karena di awal tahun biasanya masih mengalami musim penghujan.

Romli menambahkan, di tahun sebelumnya, realisasi tangkapan ikan nelayan di perairan Kota Pasuruan sempat melebihi target yang ditentukan.

Seperti yang terjadi di sepanjang tahun 2017, diketahui jumlah tangkapan ikan mencapai 6.276 ton dari target 6.076 ton.

Sementara pada tahun 2018, jumlah tangkapan ikan tak melampaui target. Nelayan Kota Pasuruan hanya mampu menangkap sebanyak 6.965,8 ton. Kurang sedikit dari target yang ditetapkan yakni 7.029,12 ton.

Untuk terus mendongkrak hasil tangkapan ikan, Dinas Perikanan Kota Pasuruan selalu mengimbau nelayan untuk terus menjaga ekosistem laut. Nelayan dilarang menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti bom ikan.

“Jika ekosistem laut terjaga dan tidak dirusak, maka hasil yang didapatkan pun pasti akan jauh lebih baik,” pungkasnya. (ptr/ono)