3 Hari Lagi, Hiu Tutul di Kanal PLTU Diprediksi Mati

681

Probolinggo (wartabromo.com) – Hingga Senin (16/9/2019) hiu tutul / paus (whaleshark) masih terjebak kanal PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo. Aktivis dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) memprediksi hiu akan mati dalam 3 hari ke depan.

“Saya sudah melihat kondisi hiu itu dari video amatir yang tersebar di media sosial. Yang beredar itu sudah lemes itu. Paling 2-3 hari lagi mati kalau didiamkan begitu saja. Mau berapa lama melawan kecepatan arus 8 turbin dengan kecepatan 12 km per jam, 96 loh. Hampir 100 kilometer per jam kecepatan arus di kanal itu,” kata Amang Raga, koordinator Marine Mammals dan Habitat JAAN secara khusus kepada wartabromo.com.

Di area objek vital nasional ini terdapat 8 intake dalam kanal. Mempunyai lebar sekitar 7 meter dengan kedalaman lebih dari 5 meter. Memiliki risiko yang besar dengan kecepatan arus 12,6 km/jam per 1 intake. Kapasitas sedot air juga sangat besar dan berada di lokasi aliran listrik ekstra tinggi. Merupakan aliran buang arus pendingin turbin dengan rancangan satu arah.

“Kita nggak tahu kapan hiu itu terakhir makan. Cadangan energinya sampai kapan untuk melawan arus, padahal hiu itu lebih ke perairan tenang. Pertanyaannya berapa lama dia bertahan. Kalau gak ada pergerakan lagi, gimana caranya tuh untuk pelepasan ke lautan,” ujar pria yang beberapa kali datang ke Probolinggo untuk penyelamatan hiu tutul dan paus pilot yang terdampar ini.

Masuknya hiu paus ke intake kanal PLTU Paiton bukanlah yang pertama kali. Dari catatan wartabromo.com pada 31 Januari 2015, ada yang terperangkap. Kemudian pada 10 Februari, hiu paus dengan panjang sekitar 6 meter dan memiliki berat 6 ton, ditemukan mati dengan luka-luka. Kematian itu diduga akibat gesekan dengan screen intake, karena tubuhnya tertambat di bagian hilir intake kanal.

Kemudian pada Kamis (29/8/2019), juga ada Hiu Tutul yang masuk ke kanal PLTU. Waktu itu, hiu ini dilaporkan bisa kembali ke lautan lepas. Terakhir pada Kamis (12/9/2019) dan masih berlangsung hingga kini. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pihak PLTU. (saw/saw)