Aksi Mahasiswa di Berbagai Daerah Tolak RUU KPK hingga RKUHP

436
Aksi di Gejayan. Foto : Ebimanyu

Pasuruan (WartaBromo.com) – Aksi mahasiswa merebak di berbagai daerah di Indonesia pada Senin (23/9/2019). Mereka memprotes sejumlah rancangan Undang-undang yang bakal diputuskan oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Di Jember, ribuan mahasiswa berjalan kaki dari double way Universitas Jember menuju Gedung DPRD Jember. Mereka melakukan orasi hingga teatrikal di bundaran DPRD Jember dan menyebut sejumlah regulasi ngawur.

Berbagai spanduk dengan tulisan senada juga dibawa oleh mahasiswa. Diantaranya KPK Jangan Diperkosa hingga Dewan Penindas Rakyat.

Aksi Mahasiswa Malang. Foto : iNews

Begitu pula dengan di Malang, ribuan mahasiwa menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang. Mengenakan pakaian serba hitam, para mahasiswa ini juga membawa berbagai tulisan seperti ‘RKUHP dengan Cita Rasa Kolonial yang Lebih Kental.’ Mahasiswa ini juga menyegel gedung DPRD Kota Pasuruan dengan spanduk bertuliskan “Markas Warung Pecel”

Aksi yang lebih besar juga dilakukan mahasiswa di Jogjakarta. Ribuan mahasiswa hingga pekerja ini menamakan diri sebagai Aliansi Rakyat Bergerak dalam aksi damai Gejayan Memanggil. Bahkan aksi ini sempat merajai trending topic Twitter dengan hastag #GejayanMemanggil.

Setidaknya ada beberapa tuntutan yang diminta para demonstran, yakni :

  1. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP,
  2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia,
  3. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia,
  4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja,
  5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agrarian,
  6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual,
  7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Selain itu, para demonstran juga menyatakan mosi tidak percaya kepada para wakil rakyat dan elite politik. Hastag Mosi Tidak Percaya juga sempat merajai Twitter sepanjang sore ini.

Kota lain yang diwarnai aksi mahasiswa diantaranya Samarinda, Banyumas, Cirebon, hinggga Bandung.