Mahasiswa dan Polisi Kota Pasuruan Salat Gaib untuk Mahasiswa Kendari yang Meninggal saat Aksi

621
Mahasiswa bersama polisi saat Salat gaib untuk mahasiswa Kendari.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Aksi mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara tolak RKUHP berujung dua nyawa melayang. Menyikapinya, komponen mahasiswa Kota Pasuruan bersama polisi gelar salat gaib.

Sikap prihatin itu ditunjukkan oleh sekelompok mahasiswa, tergabung dalam PMII berikut HMI melakukan salat gaib di masjid Mapolres Pasuruan Kota, Jumat (27/9/2019) malam.

Tak ketinggalan perwira, anggota Polres Pasuruan Kota, bahkan sejumlah warga turut dalam rangkaian salat yang juga dilanjutkan dengan doa bersama ini.

Mohamad Ainul Yakin, salah satu mahasiswa mengungkapkan, salat gaib dan panjatan doa ini sengaja dilakukan untuk merajut sinergi seluruh elemen.

Meski terbilang sederhana, cara ini dianggap terbaik, ditujukan kepada dua mahasiswi Universitas Halu Oleo Kendari, yang meninggal di tengah aksi penolakan RKUHP, Kamis kemarin.

“Mari kita ciptakan suasana ini sedamai mungkin, tanpa ada anarkis,” ujar Ainul Yakin.

Tanggapan juga disampaikan AKBP Agus Sudaryatno, Kapolres Pasuruan Kota, dengan menyebutkan keprihatinan sekaligus mengajak untuk saling menjaga rasa aman dan kenyamanan.

“Salat gaib ini untuk mendoakan almarhum, keluarga yang ditinggal tabah,” ucap Agus.

Diketahui Randi dan Yusuf Kardawi, meninggal dalam aksi menolak RKUHP yang berujung bentrok.

Kedua mahasiswi Universitas Universitas Halu Oleo, diduga terkena peluru senjata api. Kasus ini menjadi atensi semua kalangan dan masih polisi juga masih melakukan pendalaman. (ono/ono)